Jalaluddin Rumi Anggap Perempuan sebagai Suatu Pancaran Ilahi

Sabtu, 12 September 2020 - 10:10 WIB
Ia juga tidak harus membaca kitab-kitab teologi dan tafsir untuk membandingkan satu ajaran dengan ajaran lainnya. "Perjalanannya" dan "pengujiannya" terhadap gagasan-gagasan lain terjadi dalam dirinya. (Baca juga: Jalaluddin Rumi dan Asal-Usul Tarekat Darwis Berputar )

Hal ini karena Sufi percaya bahwa seperti setiap orang mengalami sesuatu yang lain, ia memiliki pandangan batin yang mampu mengukur realitas dari sistem-sistem keagamaan yang ada.

Tegasnya, akan sangat berat dan tidak berguna untuk mendekati suatu persoalan metafisis dengan menggunakan metode penelitian biasa.

Seseorang yang bertanya, "Apakah Anda telah membaca buku tentang ini dan itu, karangan si Anu dan si Fulan?" niscaya akan menggunakan pendekatan keliru.

Baca juga: Partai Amien Rais Bakal Gagal Lolos Parlemen Jika Tak Bangun Diferensiasi


Bukanlah buku atau pengarangnya, tetapi realitas buku dan penulis yang ingin disampaikan itulah yang penting bagi Sufi. Untuk memperoleh pemahaman tentang seseorang atau ajarannya, seorang Sufi hanya membutuhkan sebuah contoh. Tetapi contoh ini harus akurat.

Dengan kata lain, ia harus ditempatkan dalam hubungan erat dengan faktor esensial dalam pengajaran yang terkait. Sebagai contoh, seorang murid yang tidak memahami secara menyeluruh sistem yang diikutinya, tidak bisa menyampaikan secara memadai sistem itu kepada Sufi guna memungkinkannya membuat pengenalan yang diperlukan.

Baca juga: Jalan Oposisi Partai Baru Besutan Amien Rais

Berikut ini adalah puisi dimana Rumi berbicara tentang pencapaian hubungan erat dengan berbagai agama dan reaksinya terhadap agama-agama itu:

Salib orang-orang Kristiani, dari ujung ke ujung

telah aku kaji. Dia tidak ada di salib itu.

Aku telah pergi ke kuil Hindu, ke pagoda tua.

Di tempat-tempat itu tidak ada tanda-tandanya.

Aku pergi ke dataran tinggi Herat dan Kandahar.

Aku melihat.

Dia tidak ada di dataran tinggi maupun rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!