Karomah Hamzah Bin Abdul Muthalib, Singa Allah dan Pemimpin Para Syuhada
Minggu, 13 September 2020 - 09:05 WIB
Lantas aku menemui orang yang menyewakan unta untukku dan bertanya tentang lelaki berjenggot putih itu dan tempat tinggalnya. Ia menjawab, "Aku tidak mengenalnya dan belum pernah melihatnya sebelum ini. Tetapi ketika ia masuk ke tempatku, aku merasa segan dan hormat kepadanya, sesuatu yang belum pernah kurasakan seumur hidup."
Aku kembali mencari lelaki berjenggot putih itu, tetapi tidak menemukannya. Maka aku pergi menemui Syeikh Shafiyyuddin Ahmad al-Qisyasyi RA dan menceritakan hal tersebut. Syeikh Shafiyuddin berkata, "Itu ruh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib RA yang mewujud padamu."
Lalu aku kembali menemui orang yang menyewakan unta kepadaku. Aku pulang ke Mesir bersamanya sebagai teman haji. Aku melihatnya sebagai seorang yang penyayang, mulia, dan berakhlak baik, belum pernah aku bertemu dengan orang seperti dirinya. Semua itu karena barakah dari Sayyidina Hamzah RA hingga kami bisa mengambil manfaat darinya. Segala puji hanya milik Allah atas semua yang terjadi."
Kisahini dikutip oleh Sayyid Ja’far bin Hasan al-Barzanji al-Madani dalam Kitabnya Jaliyat al-Kurab bi Ashhab al-Ajam wa al-Arabi sallallahu 'alaihi wasallama, sebuah kitab tentang memohon pertolongan melalui para sahabat yang mengikuti perang Badar dan Uhud, dari Al-Hamwi dalam kitabnya Nataij al-Irtihal wa al-Safar fi Akhbari ithli al-Qarni al-Hadi Asyara.
(Baca Juga: PSBB Kembali Diterapkan, Anies: Bukan Larangan tapi Pengetatan )
Kuda yang Berputar-putar
Kisah karamah Sayyidina Hamzah yang lain diceritakan oleh Almarhum Abdul Lathif al-Tamtami al-Malaki al-Madani berikut ini. "Syeikh Sa’id bin Qutb al-Rabbani al-Mala Ibrahim al-Kurdi pergi untuk menziarahi pemimpin para syahid, Sayyidina Hamzah . Sebelum melakukan ziarah kami bersepakat waktu ke makam para syahid lain di Madinah pada tanggal 12 Rajab. Ia mempercepat perjalanannya ke makam Sayyidina Hamzah agar bisa ikut berziarah bersama kami."
"Pada tanggal 12 Rajab, kami pergi ziarah bersama Syeikh Sa’id bin Qutb yang masih setengah mengantuk. Lalu kami istirahat di sebuah bangku bersandaran. Ketika gelap telah menyelimuti malam, teman-temanku tidur dan aku berjaga-jaga. Tiba-tiba aku melihat seekor kuda mengelilingi tempat yang sedang kami pakai beberapa kali, tetapi aku malas bangun untuk mengusirnya."
Dalam hatiku berkata: "Sampai kapan ia berputar-putar?" Aku bangkit lalu berjalan ke arahnya dan bertanya: "Siapakah engkau?" Kuda itu menjawab: "Sedang apa kamu? kamu singgah di wilayah perlindunganku dan menyakitiku karena kamu tidak tidur untuk berjaga-jaga, padahal aku selalu menjaga kalian semua? Aku Hamzah bin Abdul Muthalib." Kuda itu kemudian menghilang.
Masya Allah, demikian kisah karamah Sayyidina Hamzah , pemimpin para syuhada. Apapun bisa terjadi jika Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Semoga kisah ini menambah keimanan kita dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia. (Baca Juga: Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut )
Wallahu Ta'ala A'lam
Aku kembali mencari lelaki berjenggot putih itu, tetapi tidak menemukannya. Maka aku pergi menemui Syeikh Shafiyyuddin Ahmad al-Qisyasyi RA dan menceritakan hal tersebut. Syeikh Shafiyuddin berkata, "Itu ruh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib RA yang mewujud padamu."
Lalu aku kembali menemui orang yang menyewakan unta kepadaku. Aku pulang ke Mesir bersamanya sebagai teman haji. Aku melihatnya sebagai seorang yang penyayang, mulia, dan berakhlak baik, belum pernah aku bertemu dengan orang seperti dirinya. Semua itu karena barakah dari Sayyidina Hamzah RA hingga kami bisa mengambil manfaat darinya. Segala puji hanya milik Allah atas semua yang terjadi."
Kisahini dikutip oleh Sayyid Ja’far bin Hasan al-Barzanji al-Madani dalam Kitabnya Jaliyat al-Kurab bi Ashhab al-Ajam wa al-Arabi sallallahu 'alaihi wasallama, sebuah kitab tentang memohon pertolongan melalui para sahabat yang mengikuti perang Badar dan Uhud, dari Al-Hamwi dalam kitabnya Nataij al-Irtihal wa al-Safar fi Akhbari ithli al-Qarni al-Hadi Asyara.
(Baca Juga: PSBB Kembali Diterapkan, Anies: Bukan Larangan tapi Pengetatan )
Kuda yang Berputar-putar
Kisah karamah Sayyidina Hamzah yang lain diceritakan oleh Almarhum Abdul Lathif al-Tamtami al-Malaki al-Madani berikut ini. "Syeikh Sa’id bin Qutb al-Rabbani al-Mala Ibrahim al-Kurdi pergi untuk menziarahi pemimpin para syahid, Sayyidina Hamzah . Sebelum melakukan ziarah kami bersepakat waktu ke makam para syahid lain di Madinah pada tanggal 12 Rajab. Ia mempercepat perjalanannya ke makam Sayyidina Hamzah agar bisa ikut berziarah bersama kami."
"Pada tanggal 12 Rajab, kami pergi ziarah bersama Syeikh Sa’id bin Qutb yang masih setengah mengantuk. Lalu kami istirahat di sebuah bangku bersandaran. Ketika gelap telah menyelimuti malam, teman-temanku tidur dan aku berjaga-jaga. Tiba-tiba aku melihat seekor kuda mengelilingi tempat yang sedang kami pakai beberapa kali, tetapi aku malas bangun untuk mengusirnya."
Dalam hatiku berkata: "Sampai kapan ia berputar-putar?" Aku bangkit lalu berjalan ke arahnya dan bertanya: "Siapakah engkau?" Kuda itu menjawab: "Sedang apa kamu? kamu singgah di wilayah perlindunganku dan menyakitiku karena kamu tidak tidur untuk berjaga-jaga, padahal aku selalu menjaga kalian semua? Aku Hamzah bin Abdul Muthalib." Kuda itu kemudian menghilang.
Masya Allah, demikian kisah karamah Sayyidina Hamzah , pemimpin para syuhada. Apapun bisa terjadi jika Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Semoga kisah ini menambah keimanan kita dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia. (Baca Juga: Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :