Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut
Rabu, 24 Juni 2020 - 18:51 WIB
loading...
Salah satu karamah sahabat Nabi bernama Al-Ala Al-Hadhrami mampu berjalan di atas laut bersama 8.000 pasukannya. Foto ilustrasi/Dok flickr.com
A
A
A
Al-'Ala bin Al-Hadhrami (العلاء بن الحضرمي) radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang dikaruniai keistimewaan berupa karamah . Beliau memiliki karamah mampu berjalan di atas laut bersama 8.000 pasukannya.
Kisah karamah Sahabat Nabi dari Hadramaut (Yaman) ini diceritakan dalam Kitab Al Aghani li Abi al-Faraj al-Ashbahani berdasarkan riwayat Muhammad bin Jarir, sahabat Rasulullah SAW . Dikisahkan, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengutus 'Ala bin Hadhrami dan pasukannya untuk memerangi orang-orang murtad di Bahrain. Beliau merupakan sahabat Nabi yang diutus menyebarkan Islam ke daerah Bahrain dan Qatar. (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )
Orang-orang muslim yang tidak murtad menyusul pasukan 'Ala Al-Hadhrami ketika mereka berjalan di padang pasir terbuka. Ketika sampai di tengah-tengah padang pasir itu, Allah Ta'ala memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada mereka. Sahabat 'Ala Al-Hadhrami turun dari kendaraannya dan menyuruh pasukannya untuk turun. Di tengah malam, unta-unta mereka lari ketakutan sampai tak tersisa satu pun, dengan membawa semua perbekalan dan tenda yang belum sempat mereka turunkan dari punggung unta.
Mereka tidak mengerti sekelompok hewan apa yang menyerang unta-unta itu, tetapi tidak menyerang diri mereka. Mereka saling memperingatkan untuk tetap waspada, lalu pemberi aba-aba menyuruh mereka berkumpul. 'Ala Al-Hadhrami kemudian berkata: "Apa yang telah menyerang dan mengalahkan kalian?" Orang-orang mengadu kepadanya, "Kita terjebak di tengah-tengah padang pasir tanpa air. Jika kita di sini sampai besok meskipun matahari tidak menyengat, maka kita hanya pulang tinggal nama". [Baca Juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1) ]
'Ala Al-Hadhrami berkata: "Jangan takut! Bukankah kalian orang-orang muslim? Bukankah kalian berjuang di jalan Allah! Bukankah kalian penolong-penolong agama Allah?" Mereka menjawab, "Ya". 'Ala Al-Hadhrami berkata lagi, "Bergembiralah! Demi Allah, Allah Yang Maha Suci dan Maha Luhur tidak akan menelantarkan kalian dalam kondisi seperti ini".
Seorang muazin kemudian mengumandangkan azan Subuh. 'Ala Al-Hadhrami salat bersama pasukannya. Sebagian dari mereka bersuci dengan tayammum, dan sebagian lagi masih dalam keadaan suci. Selesai salat, 'Ala Al-Hadhrami berlutut diikuti oleh pasukannya. Beliau berdoa dengan sungguh-sungguh begitu juga pasukannya.Kemudian mereka melihat fatamorgana. Belum selesai 'Ala berdoa, mereka melihat fatamorgana lagi. Komandan perang berseru, "Air". 'Ala Al-Hadhrami berdiri dikuti oleh pasukannya. Mereka mendekati air itu, lalu minum dan mandi. Matahari belum begitu tinggi, ketika unta-unta datang dari berbagai arah mendekati mereka. Setiap orang menunggang satu unta, sehingga tak satu pun yang berjalan.
Setelah minum, mereka merasa puas dan segar kembali, lalu melanjutkan perjalanan. Pada waktu itu, Munjab bin Rasyid berjalan bersisian dengan Abu Hurairah. Setelah jauh dari tempat itu, Abu Hurairah bertanya kepada Munjab, "Menurutmu, di mana sumber air yang tadi kita pakai?" Munjab menjawab, "Aku orang yang paling mengetahui daerah ini." Abu Hurairah berkata, "Kalau begitu, mari kita kembali sampai kau bisa menunjukkan kepadaku sumber air tersebut."
Munjab dan Abu Hurairah radhiyallahu ta'ala 'anhuma kembali ke tempat itu, tetapi keduanya tidak menemukan kolam dan jejak air itu. Munjab berkata kepada Abu Hurairah, "Demi Allah, meski aku tidak melihat kolam air, aku yakin ini tempat kita tadi, dan aku tidak pernah melihat air di tempat ini sebelumnya." Kemudian Abu Hurairah melihat sekeliling, tiba-tiba ada kantong kulit penuh dengan air. Abu Hurairah berkata, "Hai Sahm, demi Allah, inilah tempat itu. Mari kita isi kembali kantong kulit kita, lalu letakkan di tepi lembah."
Munjab berkata, "Ini adalah anugerah dan tanda kekuasaan Allah." Munjab meyakini hal itu, lalu memuji Allah Ta'ala. (Baca Juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain )
Kemudian 'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya melanjutkan perjalanan, hingga tiba di tempat bernama Hijr. Pasukan muslimin berperang dengan orang-orang kafir dan berhasil mengalahkan mereka di sana. Orang-orang kafir melarikan diri ke daratan di seberang laut. Mereka menyeberangi laut dengan menggunakan kapal. Allah mengumpulkan mereka di daratan tersebut. 'Ala Al-Hadhrami memerintahkan pasukannya mengejar mereka, dan berkhutbah: "Allah Yang Maha Agung dan Perkasa telah membuat kalian nenghadapi pasukan setan dan perang yang berat pada hari ini. Dia telah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kalian di daratan, agar kalian bisa mengambil pelajaran darinya untuk bisa menyeberangi laut ini. Bangkitlah untuk melawan musuh kalian, perlihatkan kepada mereka bahwa kalian bisa menyeberangi laut meski tanpa kapal, karena Allah juga telah mengumpulkan mereka di daratan tersebut".
Kisah karamah Sahabat Nabi dari Hadramaut (Yaman) ini diceritakan dalam Kitab Al Aghani li Abi al-Faraj al-Ashbahani berdasarkan riwayat Muhammad bin Jarir, sahabat Rasulullah SAW . Dikisahkan, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengutus 'Ala bin Hadhrami dan pasukannya untuk memerangi orang-orang murtad di Bahrain. Beliau merupakan sahabat Nabi yang diutus menyebarkan Islam ke daerah Bahrain dan Qatar. (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )
Orang-orang muslim yang tidak murtad menyusul pasukan 'Ala Al-Hadhrami ketika mereka berjalan di padang pasir terbuka. Ketika sampai di tengah-tengah padang pasir itu, Allah Ta'ala memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada mereka. Sahabat 'Ala Al-Hadhrami turun dari kendaraannya dan menyuruh pasukannya untuk turun. Di tengah malam, unta-unta mereka lari ketakutan sampai tak tersisa satu pun, dengan membawa semua perbekalan dan tenda yang belum sempat mereka turunkan dari punggung unta.
Mereka tidak mengerti sekelompok hewan apa yang menyerang unta-unta itu, tetapi tidak menyerang diri mereka. Mereka saling memperingatkan untuk tetap waspada, lalu pemberi aba-aba menyuruh mereka berkumpul. 'Ala Al-Hadhrami kemudian berkata: "Apa yang telah menyerang dan mengalahkan kalian?" Orang-orang mengadu kepadanya, "Kita terjebak di tengah-tengah padang pasir tanpa air. Jika kita di sini sampai besok meskipun matahari tidak menyengat, maka kita hanya pulang tinggal nama". [Baca Juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1) ]
'Ala Al-Hadhrami berkata: "Jangan takut! Bukankah kalian orang-orang muslim? Bukankah kalian berjuang di jalan Allah! Bukankah kalian penolong-penolong agama Allah?" Mereka menjawab, "Ya". 'Ala Al-Hadhrami berkata lagi, "Bergembiralah! Demi Allah, Allah Yang Maha Suci dan Maha Luhur tidak akan menelantarkan kalian dalam kondisi seperti ini".
Seorang muazin kemudian mengumandangkan azan Subuh. 'Ala Al-Hadhrami salat bersama pasukannya. Sebagian dari mereka bersuci dengan tayammum, dan sebagian lagi masih dalam keadaan suci. Selesai salat, 'Ala Al-Hadhrami berlutut diikuti oleh pasukannya. Beliau berdoa dengan sungguh-sungguh begitu juga pasukannya.Kemudian mereka melihat fatamorgana. Belum selesai 'Ala berdoa, mereka melihat fatamorgana lagi. Komandan perang berseru, "Air". 'Ala Al-Hadhrami berdiri dikuti oleh pasukannya. Mereka mendekati air itu, lalu minum dan mandi. Matahari belum begitu tinggi, ketika unta-unta datang dari berbagai arah mendekati mereka. Setiap orang menunggang satu unta, sehingga tak satu pun yang berjalan.
Setelah minum, mereka merasa puas dan segar kembali, lalu melanjutkan perjalanan. Pada waktu itu, Munjab bin Rasyid berjalan bersisian dengan Abu Hurairah. Setelah jauh dari tempat itu, Abu Hurairah bertanya kepada Munjab, "Menurutmu, di mana sumber air yang tadi kita pakai?" Munjab menjawab, "Aku orang yang paling mengetahui daerah ini." Abu Hurairah berkata, "Kalau begitu, mari kita kembali sampai kau bisa menunjukkan kepadaku sumber air tersebut."
Munjab dan Abu Hurairah radhiyallahu ta'ala 'anhuma kembali ke tempat itu, tetapi keduanya tidak menemukan kolam dan jejak air itu. Munjab berkata kepada Abu Hurairah, "Demi Allah, meski aku tidak melihat kolam air, aku yakin ini tempat kita tadi, dan aku tidak pernah melihat air di tempat ini sebelumnya." Kemudian Abu Hurairah melihat sekeliling, tiba-tiba ada kantong kulit penuh dengan air. Abu Hurairah berkata, "Hai Sahm, demi Allah, inilah tempat itu. Mari kita isi kembali kantong kulit kita, lalu letakkan di tepi lembah."
Munjab berkata, "Ini adalah anugerah dan tanda kekuasaan Allah." Munjab meyakini hal itu, lalu memuji Allah Ta'ala. (Baca Juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain )
Kemudian 'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya melanjutkan perjalanan, hingga tiba di tempat bernama Hijr. Pasukan muslimin berperang dengan orang-orang kafir dan berhasil mengalahkan mereka di sana. Orang-orang kafir melarikan diri ke daratan di seberang laut. Mereka menyeberangi laut dengan menggunakan kapal. Allah mengumpulkan mereka di daratan tersebut. 'Ala Al-Hadhrami memerintahkan pasukannya mengejar mereka, dan berkhutbah: "Allah Yang Maha Agung dan Perkasa telah membuat kalian nenghadapi pasukan setan dan perang yang berat pada hari ini. Dia telah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kalian di daratan, agar kalian bisa mengambil pelajaran darinya untuk bisa menyeberangi laut ini. Bangkitlah untuk melawan musuh kalian, perlihatkan kepada mereka bahwa kalian bisa menyeberangi laut meski tanpa kapal, karena Allah juga telah mengumpulkan mereka di daratan tersebut".
Lihat Juga :