Bolehkah Mengatakan 'Habislah Kesabaranku?' Begini Penjelasannya dalam Islam

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:50 WIB
وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ


"dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr 15 : 99)

Sehingga, sejatinya aabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. Sabar itu tidak ada batasnya.

Sabar memang sulit, tapi bisa dilatih dan perlu pengetahuan tentang sabar tersebut. Sebab, semua yang terlahir di dunia ini pasti merasakan kesulitan, kepahitan dan kesempitan dalam hidup karena kebahagian yang sejati ketika ia telah masuk ke dalam surga. Selama di dunia ini, kita harus bersabar menghadapi kesedihan atau kesulitan apapun.

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Anak Adam itu telah menyakiti-Ku (karena) dia suka mencela masa (waktu), dan Aku-lah pencipta (pengatur) waktu itu. Di tangan-Ku lah segala urusan, Aku menggilir siang dan malam”. (H.R. Bukhari Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah pernah menjelaskan tentang hadis di atas bahwa dahulu orang-orang Arab kebiasaan mereka adalah mencela dan menghina waktu. Pada saat itu mereka tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya, mereka tidak bersabar bahkan mereka mengucapkan 'Ya khoybah dahr’ (ungkapan mencela waktu) dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu. Wallahu A'lam

Baca juga: 3 Tingkatan Sabar Menurut Islam, Simak Ulasannya di Sini!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!