Bolehkah Mengatakan 'Habislah Kesabaranku?' Begini Penjelasannya dalam Islam
Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:50 WIB
loading...
Sejatinya sabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah, sabar itu tidak ada batasnya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bolehkah mengatakan “nanti habis kesabaranku” atau “sudah habis kesabaranku”? Atau ada juga yang berujar dengan ungkapan bahwa “ sabar itu ada batasnya”.
Perkataan seperti itu tidak dibenarkan dalam Islam. Karena akan memunculkan sifat dendam dan kebencian serta tidak mau menerima kenyataan. Padahal, sabar itu adalah penanda keikhlasan kita. Yakni apakah kita menerima semua ketentuan Allah sebagai hamba, atau apakah kita menolak dan protes terhadap yang sudah digariskan Allah.
Menukil pandangan Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihinkarya Imam An-Nawawi, beliau ingin menunjukkan bahwa kesabaran perlu dibiasakan oleh seorang hamba yang beriman. Karena sesungguhnya kesabaran adalah nikmat.
Imam An-Nawawi mengatakan bahwa salah satu bentuk kesabaran yang besar ganjarannya adalah ketabahan saat menghadapi kesedihan dan kehilangan sesuatu yang dianggap berharga baginya.
“Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga."(H.R Bukhari).
Baca juga: 7 Kebaikan Ini akan Didapat Orang Sabar, Apa Saja?
Dan Allah sendiri yang memerintahkan agar seorang mesti bersabar. Firman-Nya :
“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)
Sabar itu perintah dan kewajiban yang datang dari Allah seperti perintah yang lainnya, yakni sholat, puasa, atau sedekah. Akan berlangsung selamanya sampai kita meninggal. Dan kalau ditanya sampai kapan sabarnya? Jawabnya adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala :
"dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr 15 : 99)
Sehingga, sejatinya aabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. Sabar itu tidak ada batasnya.
Sabar memang sulit, tapi bisa dilatih dan perlu pengetahuan tentang sabar tersebut. Sebab, semua yang terlahir di dunia ini pasti merasakan kesulitan, kepahitan dan kesempitan dalam hidup karena kebahagian yang sejati ketika ia telah masuk ke dalam surga. Selama di dunia ini, kita harus bersabar menghadapi kesedihan atau kesulitan apapun.
Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Anak Adam itu telah menyakiti-Ku (karena) dia suka mencela masa (waktu), dan Aku-lah pencipta (pengatur) waktu itu. Di tangan-Ku lah segala urusan, Aku menggilir siang dan malam”. (H.R. Bukhari Muslim).
Imam An-Nawawi rahimahullah pernah menjelaskan tentang hadis di atas bahwa dahulu orang-orang Arab kebiasaan mereka adalah mencela dan menghina waktu. Pada saat itu mereka tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya, mereka tidak bersabar bahkan mereka mengucapkan 'Ya khoybah dahr’ (ungkapan mencela waktu) dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu. Wallahu A'lam
Baca juga: 3 Tingkatan Sabar Menurut Islam, Simak Ulasannya di Sini!
Perkataan seperti itu tidak dibenarkan dalam Islam. Karena akan memunculkan sifat dendam dan kebencian serta tidak mau menerima kenyataan. Padahal, sabar itu adalah penanda keikhlasan kita. Yakni apakah kita menerima semua ketentuan Allah sebagai hamba, atau apakah kita menolak dan protes terhadap yang sudah digariskan Allah.
Menukil pandangan Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihinkarya Imam An-Nawawi, beliau ingin menunjukkan bahwa kesabaran perlu dibiasakan oleh seorang hamba yang beriman. Karena sesungguhnya kesabaran adalah nikmat.
Imam An-Nawawi mengatakan bahwa salah satu bentuk kesabaran yang besar ganjarannya adalah ketabahan saat menghadapi kesedihan dan kehilangan sesuatu yang dianggap berharga baginya.
“Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga."(H.R Bukhari).
Baca juga: 7 Kebaikan Ini akan Didapat Orang Sabar, Apa Saja?
Dan Allah sendiri yang memerintahkan agar seorang mesti bersabar. Firman-Nya :
وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)
Sabar itu perintah dan kewajiban yang datang dari Allah seperti perintah yang lainnya, yakni sholat, puasa, atau sedekah. Akan berlangsung selamanya sampai kita meninggal. Dan kalau ditanya sampai kapan sabarnya? Jawabnya adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ
"dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS. Al-Hijr 15 : 99)
Sehingga, sejatinya aabar adalah pintu menuju kemenangan, baik kemenangan lahiriah maupun rohaniah. Sabar itu tidak ada batasnya.
Sabar memang sulit, tapi bisa dilatih dan perlu pengetahuan tentang sabar tersebut. Sebab, semua yang terlahir di dunia ini pasti merasakan kesulitan, kepahitan dan kesempitan dalam hidup karena kebahagian yang sejati ketika ia telah masuk ke dalam surga. Selama di dunia ini, kita harus bersabar menghadapi kesedihan atau kesulitan apapun.
Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Anak Adam itu telah menyakiti-Ku (karena) dia suka mencela masa (waktu), dan Aku-lah pencipta (pengatur) waktu itu. Di tangan-Ku lah segala urusan, Aku menggilir siang dan malam”. (H.R. Bukhari Muslim).
Imam An-Nawawi rahimahullah pernah menjelaskan tentang hadis di atas bahwa dahulu orang-orang Arab kebiasaan mereka adalah mencela dan menghina waktu. Pada saat itu mereka tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya, mereka tidak bersabar bahkan mereka mengucapkan 'Ya khoybah dahr’ (ungkapan mencela waktu) dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu. Wallahu A'lam
Baca juga: 3 Tingkatan Sabar Menurut Islam, Simak Ulasannya di Sini!
(wid)
Lihat Juga :