Apakah Musibah Bisa Jadi Penghapus Dosa? Begini Penjelasannya
Selasa, 04 November 2025 - 06:14 WIB
“Tidaklah ada suatu penyakit atau rasa sakit yang mengenai seorang mukmin kecuali hal itu akan menjadi penggugur dosa baginya. Bahkan kalau dia tertusuk duri atau tertimpa bencana, maka itu menjadi penggugur dosa baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwasanya penyakit dan rasa sakit itu menggugurkan dosa. Jadi dibedakan antara penyakit dengan rasa sakit. Ketika seseorang tertusuk duri, dia merasakan sakit tapi tidak disebut sebagai penyakit. Ketika seseorang jatuh kemudian terkilir, maka itu adalah rasa sakit dan bukan penyakit. Tidaklah seorang muslim mengalami hal ini kecuali akan menjadi penggugur dosa baginya.
Di akhir hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan: “Bahkan kalau dia tertusuk duri atau bencana yang menimpa dia.” Ini semuanya menggugurkan dosa.
Para ulama menjelaskan bahwasannya musibah-musibah ini menjadi penggugur dosa kalau kita menghadapi musibah-musibah ini dengan sabar dan ihtisab (mengharap pahala kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala).
Dalam redaksi hadis ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim ini tidak menyebutkan syarat harus sabar dan ihtisab. Tapi ini disebutkan dalam hadis-hadis yang lain. Misalnya dalam hadis Qudsi berikut:
“Kalau Aku menguji hambaKu dengan dua hal yang dia cintai (yakni kedua matanya), kemudian dia sabar, maka Aku akan menggantikan kedua mata itu dengan surga.” (HR. Bukhari)
Baca juga: Susah Bangun dan Salat Subuh? Ini Amalannya
Dalam hadis ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwasanya penyakit dan rasa sakit itu menggugurkan dosa. Jadi dibedakan antara penyakit dengan rasa sakit. Ketika seseorang tertusuk duri, dia merasakan sakit tapi tidak disebut sebagai penyakit. Ketika seseorang jatuh kemudian terkilir, maka itu adalah rasa sakit dan bukan penyakit. Tidaklah seorang muslim mengalami hal ini kecuali akan menjadi penggugur dosa baginya.
Di akhir hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan: “Bahkan kalau dia tertusuk duri atau bencana yang menimpa dia.” Ini semuanya menggugurkan dosa.
Para ulama menjelaskan bahwasannya musibah-musibah ini menjadi penggugur dosa kalau kita menghadapi musibah-musibah ini dengan sabar dan ihtisab (mengharap pahala kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala).
Dalam redaksi hadis ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim ini tidak menyebutkan syarat harus sabar dan ihtisab. Tapi ini disebutkan dalam hadis-hadis yang lain. Misalnya dalam hadis Qudsi berikut:
إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ
“Kalau Aku menguji hambaKu dengan dua hal yang dia cintai (yakni kedua matanya), kemudian dia sabar, maka Aku akan menggantikan kedua mata itu dengan surga.” (HR. Bukhari)
Baca juga: Susah Bangun dan Salat Subuh? Ini Amalannya
(wid)
Lihat Juga :