Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global

Rabu, 05 November 2025 - 15:01 WIB
Kehadiran mereka bila terorkestrasi dengan baik dapat menjadi soft diplomacy bagi keterhubungan Muslim global.

Kyai Said kemudian mengusulkan ke depan China menghidupkan dan menghadirkan kembali Spirit Muhibah Laksamana Zheng Ho. Tujuannya menempatkan posisi China menjadi lebih terpercaya dan terdepan dalam pemihakan terhadap dunia Islam serta toleransi beragama pada umumnya.

Sehingga ke depan bisa segera diwujudkan misi "Dari China Bersama Komunitas Muslim Untuk Peradaban Lebih Baik". LPOI sebagai asosiasi ormas Islam Indonesia siap menjadi garda depan terwujudnya cita-cita tersebut. ”Kami terus akan bekerja mewujudkan misi ini dan kami sangat yakin hal ini akan segera terjadi,” terangnya. Baca juga: Kiai Said Aqil Siroj: Segera Wujudkan Jalur Sutera Islam Indonesia-China

Sekjen LPOI Imam Pituduh menambahkan, kecanggihan teknologi dan semangat juang generasi muda China yang pantang menyerah serta ekspansif, akan menjadi kanal baru bagi persahabatan kaum muda dunia, yang dapat diorkestrasi secara digital dan ultra digital secara berkelanjutan. Keterhubungan Muslim Indonesia dan China bisa dioptimalkan untuk membangun babak baru peradaban muslim global.

Selain Kiai Said dan Imam Pituduh, rombongan delegasi kunjungan ke China yakni Yusnar Yusuf Rangkuti, KH Anwar Sanusi, Baharudin Husein, KH Sadzeli Karim, Muhammad Yunus, H Faisal Nur Syamsi, H Yance Andrianto, TGH Muslihan Habib, dan KH Imam Sofwan Yahya, Indera Hidayat, dan Rohmat Faisol. Mereka mendapat undangan khusus dari Kedutaan Besar China karena latar belakang profesi dan dedikasi yang dimilikinya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!