Ayat-ayat Al Quran Tentang Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari
Jum'at, 14 November 2025 - 18:35 WIB
Banyak ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan bukan sekadar sopan santun, tapi juga bentuk ketakwaan. Foto ilustrasi/SIndonews
Banyak ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan bukan sekadar sopan santun, tapi juga bentuk ketakwaan.
"Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." –( QS. Qaf: 18).
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka ..." – (QS. Al-Hujurat: 11).
Baca juga: 8 Perkara Lisan yang Menyeret Kita ke Neraka, Kaum Muslim Wajib Tahu
5 Ayat- ayat Al Qur’an tentang Pentingnya Menjaga Lisan:
1. Surat Qaf ayat 18
Ayat ini menerangkan bahwa semua ucapan akan dicatat. Ayat ini jadi pengingat bahwa setiap kata yang diucapkan, baik atau buruk, tidak pernah luput dari catatan malaikat. Ucapan bukan hal ringan dalam pandangan Allah. Bahkan gurauan, umpatan, atau kata-kata kasar yang terlanjur keluar tetap punya konsekuensi. Jadi sebelum berbicara, penting banget untuk berpikir dua kali.مَا يَلۡفِظُ مِنۡ قَوۡلٍ اِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيۡبٌ عَتِيۡدٌ
"Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." –( QS. Qaf: 18).
2. Surat Al-Hujurat ayat 11
Ayat ini menjelaskan bahwa kita sebagai muslim jangan merendahkan atau mengejek orang lain. Ayat ini sangat relevan dalam pergaulan modern, apalagi di era media sosial. Mengejek, meremehkan, atau menyindir orang lain bisa dilakukan dengan cepat hanya lewat kata-kata. Namun, Allah memperingatkan agar umat tidak menjadikan lisan sebagai alat merendahkan orang lain. Bisa jadi, mereka yang diremehkan justru jauh lebih mulia di sisi Allah. Ayat ini mengajarkan untuk menjaga ucapan dengan penuh empati dan kesadaran.يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka ..." – (QS. Al-Hujurat: 11).
Baca juga: 8 Perkara Lisan yang Menyeret Kita ke Neraka, Kaum Muslim Wajib Tahu
3. Surat Al-Isra ayat 53
Allah SWT memerintahkan langsung agar umat Muslim sebagai hamba-Nya selalu berkata yang baik. Bahkan saat sedang marah, kecewa, atau berbeda pendapat, tetap dianjurkan memilih kata yang halus dan bijak. Ucapan yang baik bisa menenangkan suasana, memperbaiki hubungan, dan menjadi pahala. Sebaliknya, kata kasar justru memperkeruh keadaan dan bisa menyulut konflik. Ayat ini mendorongmu untuk menjadikan lisan sebagai sumber kebaikan.وَقُلْ لِّعِبَادِىۡ يَقُوۡلُوا الَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ يَنۡزَغُ بَيۡنَهُمۡؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ كَانَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوًّا مُّبِيۡنًا
Lihat Juga :