Berdandan untuk Salat, Ternyata Sangat Dianjurkan
Minggu, 23 November 2025 - 15:23 WIB
Ibnu Umar pernah menegur Nafi' ketika dirinya melaksanakan salat dan berpakaian kurang sopan. "Bagaimana menurutmu jika engkau menemui oarang banyak, apakah penampilanmu seperti ini?
"Tidak,"jawab Nafi'
"Allah lebih pantas engkau hormati dengan penampilanmu,"lanjut Ibnu Umar.
Para fuqaha berpendapat, disunnahkan kepada seseorang untuk mengenakan pakaian yang paling bagus--yang tidak menyulitkan- dalam salat, berupa qamish (baju panjang), serban dan rida'(selendang). Jika cukup dengan dua pakaian, sebaiknya berupa qamish dan rida', qamish dan sarung, atau qamish dan celana. Jika cuma satu maka cukup qamish dan dilapisi celana atau sarung.
Bagi muslimah, dianjurkan mengenakan tiga helai pakaian dalam salat, yakni kerudung yang menutupi kepala dan lehernya, daster atau baju panjang yang menutupi badan dan kedua kakinya, dan jilbab tebal di atas pakaiannya atau mantel yang menutupi pakaiannya.
Aisyah radhiyallahu'anha meriwayatkan,"Ketika melaksanakan salat, wanita harus mengenaikan tiga helai pakaian yakni pakaian sehari-hari, jilbab dan kerudung". Aisyah pernah menggunakan sarungnya sebagai jilbab. (HR Ibnu Abdi Syaibah)
Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan, "Sebaiknya seorang wanita mengenakan semua pakaiannya ketika hendak melaksanakan salat." (HR Ibnu Abi Syaibah).
Untuk pakaian dalam salat, kesempurnaan bagi lelaki minimal pakaian yang menutupi sebagian besar tubuhnya selain kepala, kedua tangan dan kedua kaki hingga pertengahan betisnya. Sedangkan kesempurnaan bagi perempuan muslimah minimal ialah pakaian panjang yang menutupi semua tubuh termasuk punggung kedua kaki, juga kerudung panjang yang sekaligus bisa dibuat cadar.
Berdasarkan keterangan di atas, maka bagi orang muslim hendaknya berhias atau berdandan sebelum salat. Persiapkan diri dengan pakaian yang suci, bersih dan baik sebelum melaksanakan salat. Tetapi semua itu dilakukan dengan tujuan ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala serta mengagungkan-Nya, bukan dengan niat untuk pamer atau sombong.
Baca juga: 3 Adab Berdandan Beserta dalil-dalilnya yang Penting Diketahui Kaum Wanita
"Tidak,"jawab Nafi'
"Allah lebih pantas engkau hormati dengan penampilanmu,"lanjut Ibnu Umar.
Para fuqaha berpendapat, disunnahkan kepada seseorang untuk mengenakan pakaian yang paling bagus--yang tidak menyulitkan- dalam salat, berupa qamish (baju panjang), serban dan rida'(selendang). Jika cukup dengan dua pakaian, sebaiknya berupa qamish dan rida', qamish dan sarung, atau qamish dan celana. Jika cuma satu maka cukup qamish dan dilapisi celana atau sarung.
Bagi muslimah, dianjurkan mengenakan tiga helai pakaian dalam salat, yakni kerudung yang menutupi kepala dan lehernya, daster atau baju panjang yang menutupi badan dan kedua kakinya, dan jilbab tebal di atas pakaiannya atau mantel yang menutupi pakaiannya.
Aisyah radhiyallahu'anha meriwayatkan,"Ketika melaksanakan salat, wanita harus mengenaikan tiga helai pakaian yakni pakaian sehari-hari, jilbab dan kerudung". Aisyah pernah menggunakan sarungnya sebagai jilbab. (HR Ibnu Abdi Syaibah)
Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan, "Sebaiknya seorang wanita mengenakan semua pakaiannya ketika hendak melaksanakan salat." (HR Ibnu Abi Syaibah).
Untuk pakaian dalam salat, kesempurnaan bagi lelaki minimal pakaian yang menutupi sebagian besar tubuhnya selain kepala, kedua tangan dan kedua kaki hingga pertengahan betisnya. Sedangkan kesempurnaan bagi perempuan muslimah minimal ialah pakaian panjang yang menutupi semua tubuh termasuk punggung kedua kaki, juga kerudung panjang yang sekaligus bisa dibuat cadar.
Berdasarkan keterangan di atas, maka bagi orang muslim hendaknya berhias atau berdandan sebelum salat. Persiapkan diri dengan pakaian yang suci, bersih dan baik sebelum melaksanakan salat. Tetapi semua itu dilakukan dengan tujuan ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala serta mengagungkan-Nya, bukan dengan niat untuk pamer atau sombong.
Baca juga: 3 Adab Berdandan Beserta dalil-dalilnya yang Penting Diketahui Kaum Wanita
(wid)
Lihat Juga :