Hemat dalam Hidup, Ternyata Sifat Istri Berkarakter Surgawi

Selasa, 15 September 2020 - 20:06 WIB
Soal hidup hemat ini, dikutip dari kitab 'Shifat Az-Zauj wa Az-Zaujah Ash-Shalihah' yang ditulis SyaikMuhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi,Imam Asy-Sy'rawi rahimahullah setelah membacakan surah Al-A'raf : 31 ( yang artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan), kemudian ia berkata ,

"Makanan dan minuman adalah hal-hal mubah, karena di dalamnya terdapat unsur-unsur penunjang kehidupan. Karena itu, makan dan minumlah sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda dan jangan berlebihan. Allah ta'ala telah menghalalkan bagi Anda makanan dan mengharamkan sedikit darinya. Jangan mengabaikan yang banyak yang telah dihalalkan bagi Anda dan memilih apa yang telah diharamkan-Nya, karena hal tersebut merupakan tindakan berlebihan dari diri Anda."

(Baca juga : Ekonom: Jangan Paksa Kredit Naik, Nanti Bisa Jadi Kanibalisme )

Dalilnya, jika kita tidak menemukan makanan kecuali bangkai, maka bangkai itu menjadi halal bagikita dengan syarat kita tidak berlebihan dalam memakannya. Kita juga tidak boleh menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, karena sesungguhnya Allah telah menyediakan apa yang kita perlukan pada makanan yang dihalalkan-Nya sehingga kita tidak memerlukan lagi makanan haram. Jika tidak ada makanan yang mencukupi kebutuhan kita, sesungguhnya Allah telah menghalalkan bagi kita untuk mengambil makanan sekedar dapat mempertahankan hidup kita.

Orang-orang yang berlebihan adalah mereka yang telah melampaui batas. Tidak ada kata berlebihan dalam makanan halal, akan tetapi yang disebut berlebihan ada pada makanan yang haram. Dalam sebuah atsar disebutkan,

"Seandainya Anda menginfakkan emas sebesar gunung Uhud untuk sesuatu yang halal, Anda tidak akan dianggap berlebihan. Akan tetapi jika Anda menginfakkan satu dirham saja untuk sesuatu yang haram, maka Anda telah berlebihan"

(Baca juga : Untuk Mengatasi Pandemi, Kita Butuh Demokrasi )

Maksudnya, janganlah kita melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas yang dihalalkan. Demikianlah inti dari hemat dalam hidup.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!