Memahami Bencana sebagai Ujian dari Allah SWT, Begini Penjelasannya

Minggu, 28 Desember 2025 - 05:15 WIB

Sikap Utama Seorang Muslim

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa sikap yang dianjurkan juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika menghadapi musibah.

1. Bersabar dan Bertawakal

Respon pertama yang dianjurkan adalah mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Kalimat ini bukan hanya ungkapan duka, tetapi pengakuan penuh bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Sikap ini membantu menenangkan hati, mencegah lahirnya keluhan, dan menahan diri dari menyalahkan siapa pun.

2. Beristigfar dan Bertaubat

Tidak sedikit ulama yang mengingatkan bahwa musibah sering kali menjadi tanda agar manusia memperbanyak istighfar. Ada yang bertanya, “Mengapa harus istighfar padahal musibah bukan selalu akibat dosa?” Jawabannya sederhana: istighfar memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus membersihkan hati agar lebih siap menerima takdir apa pun.

3. Ikhlas Menerima

Allah berfirman dalam QS An-Nisa: 78 bahwa apa pun yang menimpa seseorang sudah berada dalam ketetapan-Nya. Ikhlas bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menerima kenyataan dengan hati lapang sambil tetap mencari solusi terbaik.

Rahasia Musibah dan Amalan yang Dianjurkan

Menurut Ustaz Oemar Mita dalam salah satu tausiyahnya, bencana atau musibah adalah hal yang pasti dialami seseorang. Namun, tak seorang pun tahu kapan ujian itu datang. "Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri. Kalau mendapatkan musibah kita mengucapkan kalimat Istirja (inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun). Kalau kita mengucapkan yang baik maka kita akan mendapatkan yang baik. Sebaliknya kalau kita ucapkan yang buruk maka kita akan mendapatkan yang buruk," kata Ustaz Oemar.

Apabila mendapat musibah, seseorang diperintahkan untuk bersabar. Jangan terburu-buru meskipun hakikatnya manusia sifatnya terburu-buru. Sebagaimana Nabi Yusuf 'Alaihissalam ketika dipenjara, beliau bersabar selama bertahun-tahun hingga akhirnya diangkat menjadi pejabat menteri di Mesir. Ketika mendapat musibah kita harus sabar dan harus menyembunyikannya. Tidak perlu curhat kepada banyak orang, cukup curhat kepada satu orang saja. Sebab, semakin banyak musibah diceritakan kepada Allah Ta'ala, maka pertolongan Allah semakin besar pula.

Baca juga: Kemunculan Nabi Palsu Telah Disabdakan Nabi Muhammad SAW

"Ketika handphone-nya hilang dianggap berat, tapi ketika anaknya diajak laki-laki dibiarkan saja. Di sinilah kita perlu belajar mana perkara ringan dan mana perkara berat," jelas Ustaz Oemar.

Ibnul Qayyim mengatakan: "Kita susah membaca hikmah karena hati kita kotor. Kalau hati itu kotor gak bisa menyerap hikmah dari takdir yang kita hadapi."

Ada ulama Salaf, beliau punya istri yang cerewet dan kata-katanya menyakitkan. Orang-orang sudah bilang agar berpisah, tapi ulama ini berkata "mungkin ada kebaikan yang bisa saya ambil". Alhasil, istrinya hamil dan anaknya menjadi anak yang saleh dan menjadi seorang ulama. Anaknya berkata "saya menjadi seperti ini karena berkat kesabaran ayah saya dalam menghadapi ibu saya".

Kemudian, Ustaz Oemar Mita menjelaskan amalan yang bisa dilakukan agar musibah menjadi anugerah, yaitu dengan memperbanyak Istighfar . Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!