Memahami Bencana sebagai Ujian dari Allah SWT, Begini Penjelasannya
Minggu, 28 Desember 2025 - 05:15 WIB
مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barang siapa memperbanyak istighfar niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad)
Contohnya Nabi Yunus 'Alaihissalam, ucapan istighfarnya menjadi penyelamat dari kesulitan yang dihadapiya. Beliau berkata:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya." (QS Al-Anbiya ayat 87)
Zikirnya Nabi Yunus ini terdengar oleh penduduk langit. Ketika Nabi Yunus di dalam perut ikan paus, Allah Ta'ala memberikan pertolongan. Makanya istighfar bagi orang yang tidak beriman itu tak ada hubungannya. Orang yang beristighfar itu membersihkan dirinya dari dosa. Jika sudah membersihkan diri dari dosa, maka pertolongan Allah akan datang.
Lalu apa bedanya istighfar dengan taubat? Istighfar tidak identik dengan dosa, kalau taubat identik dengan dosa. Istighfar itu fungsinya untuk menghalangi dari dosa yang akan datang, sedangkan taubat untuk membersihkan diri dari dosa yang lalu. Taubat tak bisa diwakili, kalau istighfar bisa diwakili. Misalnya, seorang anak memintakan ampunan untuk orang tuanya. Kita harus memahami tentunya tidak semua masalah bisa selesai dengan istighfar, namun amalan istighfar bisa melapangkan setiap urusan.
Istighfar yang paling baik itu adalah Sayyidul Istighfar.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
"Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." Istighfar itu dahsyat, sangkin dahsyatnya Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari No. 6303)
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran Tentang Si Pendusta alias Nabi Palsu
(wid)
Lihat Juga :