Tadabur Surat An-Najm Ayat 13-18: Kisah Perjalanan Mikraj Nabi SAW ke Sidratul Muntaha

Selasa, 06 Januari 2026 - 12:36 WIB
"..dan tidak (pula) melampauinya (An-Najm: 17).

Yakni melampaui dari apa yang diperintahkan kepadanya. Ini merupakan sifat yang agung yang menggambarkan keteguhan hati dan ketaatan, karena sesungguhnya Nabi SAW tidak berbuat melainkan berdasarkan apa yang diperintahkan kepadanya, tidak pula pernah meminta lebih dari apa yang diberikan kepadanya.

Firman Allah SWT:

لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى


"Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar. (QS An-Najm: 18)

Menurut Ibnu Katsir, ayat tersebut semakna dengan firman-Nya:

لِنُرِيَكَ مِنْ آيَاتِنَا


"..agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. ( QS Al-Isra : 1) yang menunjukkan akan kekuasaan dan kebesaran Kami.

Berdasarkan kedua ayat ini sebagian ulama ahli sunnah wal jama'ah mengatakan bahwa penglihatan di malam itu tidak terjadi, karena Allah SWT menyebutkan dalam firman-Nya: Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar. Ibnu Katsir mengatakan seandainya dia melihat Tuhannya, niscaya hal tersebut diberitakan dan orang-orang pun mengatakan hal yang sama.

Baca juga: Kisah-kisah Isra Mikraj (1): Di Mana Letak Sidratul Muntaha?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!