Dalam Perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Salat Para Nabi
Kamis, 08 Januari 2026 - 11:20 WIB
Dalam perjalanan Isra Mikraj dan bertemu para nabi/rasul terdahulu, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam menjadi Imam salat bagi mereka. Foto ilustrasi/Sindonews
Dalam perjalanan Isra Mikraj dan bertemu para nabi/rasul terdahulu, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam menjadi Imam salat bagi mereka.
Kisah tersebut diceritakan Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan (Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah) sebagai berikut:
Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam beberapa kali berjumpa dengan sekelompok hamba-hamba Allah, mereka berkata: "Assalamu'alaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi terakhir, Assalamu'alaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi yang setelahnya adalah hari kebangkitan." Maka Jibril berkata kepada Nabi: "Jawablah salam mereka." Maka Nabi menjawab salam mereka dan bertanya: "Siapa mereka wahai Jibril?" Jibril menjawab, "Mereka adalah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan Nabi Isa 'alaihimussalam."
Baca juga: Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Maka Nabi Muhammad SAW mengucapkan salam dan Nabi Musa menjawab salamnya dan berkata: "Siapa ini yang bersama Engkau wahai Jibril?" Jibril menjawab: "Ini Ahmad." Maka Musa berkata: "Selamat datang Nabi dari bangsa Arab yang memberikan nasihat kepada umatnya, dan kemudian Nabi Musa mendoakan Nabi Muhammad dengan keberkahan." Nabi Musa berkata kepada Nabi Muhammad: "Mintalah kepada Allah kemudahan untuk umatmu."
Kemudian mereka meneruskan perjalanan. Di perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril. "Siapa hamba mulia tadi wahai Jibril?" Jibril menjawab, itu saudaramu Nabi Musa bin Imran. Nabi bertanya: "Terhadap siapa dia berani mengangkat suaranya dengan lantang dan tegas?" Jibril menjawab: "Kepada Tuhannya." Jibril berkata lagi: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memaklumi ketegasannya."
Jibril menjawab: "Beliau adalah ayahmu Nabi Ibrahim 'alaihissalam." Kemudian keduanya saling bertukar salam. Lalu Nabi Ibrahim bertanya kepada Jibril: "Siapa ini wahai Jibril?" "Ini adalah putramu Ahmad," jawab Jibril.
Kisah tersebut diceritakan Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan (Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah) sebagai berikut:
Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam beberapa kali berjumpa dengan sekelompok hamba-hamba Allah, mereka berkata: "Assalamu'alaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi terakhir, Assalamu'alaika (keselamatan untukmu) wahai Nabi yang setelahnya adalah hari kebangkitan." Maka Jibril berkata kepada Nabi: "Jawablah salam mereka." Maka Nabi menjawab salam mereka dan bertanya: "Siapa mereka wahai Jibril?" Jibril menjawab, "Mereka adalah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan Nabi Isa 'alaihimussalam."
Bertemu Nabi Musa
Rasulullah SAW melewati Nabi Musa 'alaihissalam yang sedang salat di kuburnya yang terletak di Bukit Pasir Merah (Ggunung Nebo). Postur tubuhnya, tinggi badannya, lurus rambutnya, kecoklatan kulitnya, seperti laki-laki dari Suku Syanuah. Dalam salatnya Nabi Musa berkata dengan suara sangat lantang, "Engkau ya Allah memuliakannya (Nabi Muhammad) dan engkau ya Allah mengutamakannya (Nabi Muhammad)."Baca juga: Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Maka Nabi Muhammad SAW mengucapkan salam dan Nabi Musa menjawab salamnya dan berkata: "Siapa ini yang bersama Engkau wahai Jibril?" Jibril menjawab: "Ini Ahmad." Maka Musa berkata: "Selamat datang Nabi dari bangsa Arab yang memberikan nasihat kepada umatnya, dan kemudian Nabi Musa mendoakan Nabi Muhammad dengan keberkahan." Nabi Musa berkata kepada Nabi Muhammad: "Mintalah kepada Allah kemudahan untuk umatmu."
Kemudian mereka meneruskan perjalanan. Di perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril. "Siapa hamba mulia tadi wahai Jibril?" Jibril menjawab, itu saudaramu Nabi Musa bin Imran. Nabi bertanya: "Terhadap siapa dia berani mengangkat suaranya dengan lantang dan tegas?" Jibril menjawab: "Kepada Tuhannya." Jibril berkata lagi: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memaklumi ketegasannya."
Bertemu Nabi Ibrahim
Kemudian di perjalanan, Nabi melewati pohon yang sangat besar sekali. Di bawah pohon itu ada seorang lelaki yang sangat berwibawa bersama anak keluarganya dan Nabi melihat lampu dan cahaya-cahaya yang terang. Rasululllah bertanya: "Siapa itu wahai Jibril?"Jibril menjawab: "Beliau adalah ayahmu Nabi Ibrahim 'alaihissalam." Kemudian keduanya saling bertukar salam. Lalu Nabi Ibrahim bertanya kepada Jibril: "Siapa ini wahai Jibril?" "Ini adalah putramu Ahmad," jawab Jibril.
Lihat Juga :