Segera Usai, Inilah Amalan Sunnah Terakhir Bulan Rajab
Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:40 WIB
Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.
Subhaanallaahir ra-uuf
Artinya: Maha suci Allah yang Maha Belas Kasih
Zikir ini dianjurkan dibaca sebanyak 100 kali kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.
Perjalanan itu menjadi titik awal dalam sejarah kewajiban umat muslim untuk melaksanakan salat lima waktu. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
"Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissallam sehingga Rabb-ku mengatakan:
Artinya: Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali salat sama dengan lima puluh kali salat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan." [2]
3. Zikir 10 hari terakhir Bulan Rajab
Di hari-hari terakhir bulan Rajab, umat muslim juga bisa mengamalkan ibadah zikir ini. Zikir yang biasa dibacakan pada 10 hari terakhir bulan Rajab adalah sebagai berikut:سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ
Subhaanallaahir ra-uuf
Artinya: Maha suci Allah yang Maha Belas Kasih
Zikir ini dianjurkan dibaca sebanyak 100 kali kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.
4. Merayakan Isra' Mikraj
Pada bulan Rajab ini terdapat peristiwa bersejarah yang istimewa bagi umat Islam. Peristiwa itu adalah Isra' Mikraj yang merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril.Perjalanan itu menjadi titik awal dalam sejarah kewajiban umat muslim untuk melaksanakan salat lima waktu. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
"Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissallam sehingga Rabb-ku mengatakan:
يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلاَةٍ عَشْرٌ فَذَلِكَ خَمْسُوْنَ صَلاَةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً
Artinya: Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali salat sama dengan lima puluh kali salat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan." [2]
Lihat Juga :