Nasihat Penting dalam Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Simak Penjelasannya di Sini!
Kamis, 22 Januari 2026 - 10:15 WIB
Maka jangan kita lewatkan amalan yang sederhana untuk mendapatkan pahala besar. Terutama diwaktu yang sangat sulit bagi kita untuk melakukan kebaikan. Dan ini adalah solusinya.
Karena ghirah itu sebagaimana dinyatakan di dalam hadis, ghirah itu berupa energi yang ada dalam diri seorang mukmin yang disebutkan di dalam hadis:
“Apabila kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu (kekuasaanmu), kalau tidak mampu maka dengan lisanmu, kalau tidak mampu maka dengan cara engkau tidak menyetujuinya (benci dalam hatimu), dan itu adalah bagian yang lemah dari iman kita.” (HR. Muslim)
Ustadz Abu Qatadah memberikan dua poin tentang nasihat yang harus kita lakukan, yakni:
Pertama, masalah bagi kita adalah bukan semata-mata kita mengatakan “Menolong agama Allah”, bukan semata-mata kita mengatakan bahwa kita akan menjaga agama Allah. Kenapa? Karena sesungguhnya Allah benar-benar akan menjaga agamaNya dan benar-benar Allah akan memenangkan agamaNya. Seandainya kita tidak menjadi penolongNya, maka Allah akan mencari dan memunculkan generasi lainnya yang akan menjaga agama ini. Jadi Allah telah memberikan jaminan agama ini akan dijaga.
Kedua, bahwa kewajiban bagi seorang mukmin adalah dituntut untuk benar dalam berkata, benar dalam berucap, benar dalam beramal. Yaitu seorang muslim diperintahkan untuk sejalan dengan perintah Allah dan RasulNya dalam setiap perkara. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengatakan tentang apa yang harus kita lakukan hari ini.
Apa yang didapatkan oleh para sahabat dan para tabi’in di masa Hajjaj bin Yusuf, itu melebihi kedzaliman yang kita lihat hari ini, artinya keburukan individunya, bukan keburukan keadaannya. Karena kalau keadaan tetap dimasa Hajjaj lebih baik dari masa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz. Walaupun tidak diragukan bahwa pada masa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz itu lebih mulia daripada Hajjaj. Tapi massanya, tetap. Hal ini karena dimasa Hajjaj itu ada Anas bin Malik dan para sahabat yang lainnya.
Maka kaum muslimin mengadu kepada Anas bin Malik tentang kedzaliman tentang yang mereka rasakan. Apa nasihat Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu?
“Sabarlah. Karena tidak datang tahun kecuali akan lebih buruk dari yang sebelumnya.”
Lalu disebutkan yang dimaksud dengan “lebih buruk dari yang sebelumnya” bukan berkaitan dengan masalah ekonomi, sulitnya mencari harta dan sebagainya, bukan berkaitan dengan itu. Dalam riwayat yang lain disebutkan:
“Apabila telah pergi orang-orang alimnya.”
4.Kewajiban mukmin adalah benar dalam berkata, benar dalam bercakap, benar dalam berucap dan benar dalam beramal
Fitnah terbesar pada hari ini adalah melihat berbagai kedzaliman. Mungkin di berbagai negara rakyat mencium bau kedzaliman dari para pemimpinnya. Di sisi lain, kita pun melihat begitu dahsyatnya rekayasa musuh kepada kaum muslimin dan rekayasa musuh terhadap Islam. Dan kita seorang muslim yang punya ghiroh iman pasti ingin melakukan sesuatu, melawan terhadap semua kedzaliman ini, melawan setiap keburukan ini. Dan tentunya itu adalah alamat dalam diri kita ada imanKarena ghirah itu sebagaimana dinyatakan di dalam hadis, ghirah itu berupa energi yang ada dalam diri seorang mukmin yang disebutkan di dalam hadis:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَان
“Apabila kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu (kekuasaanmu), kalau tidak mampu maka dengan lisanmu, kalau tidak mampu maka dengan cara engkau tidak menyetujuinya (benci dalam hatimu), dan itu adalah bagian yang lemah dari iman kita.” (HR. Muslim)
Ustadz Abu Qatadah memberikan dua poin tentang nasihat yang harus kita lakukan, yakni:
Pertama, masalah bagi kita adalah bukan semata-mata kita mengatakan “Menolong agama Allah”, bukan semata-mata kita mengatakan bahwa kita akan menjaga agama Allah. Kenapa? Karena sesungguhnya Allah benar-benar akan menjaga agamaNya dan benar-benar Allah akan memenangkan agamaNya. Seandainya kita tidak menjadi penolongNya, maka Allah akan mencari dan memunculkan generasi lainnya yang akan menjaga agama ini. Jadi Allah telah memberikan jaminan agama ini akan dijaga.
Kedua, bahwa kewajiban bagi seorang mukmin adalah dituntut untuk benar dalam berkata, benar dalam berucap, benar dalam beramal. Yaitu seorang muslim diperintahkan untuk sejalan dengan perintah Allah dan RasulNya dalam setiap perkara. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengatakan tentang apa yang harus kita lakukan hari ini.
Apa yang didapatkan oleh para sahabat dan para tabi’in di masa Hajjaj bin Yusuf, itu melebihi kedzaliman yang kita lihat hari ini, artinya keburukan individunya, bukan keburukan keadaannya. Karena kalau keadaan tetap dimasa Hajjaj lebih baik dari masa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz. Walaupun tidak diragukan bahwa pada masa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz itu lebih mulia daripada Hajjaj. Tapi massanya, tetap. Hal ini karena dimasa Hajjaj itu ada Anas bin Malik dan para sahabat yang lainnya.
Maka kaum muslimin mengadu kepada Anas bin Malik tentang kedzaliman tentang yang mereka rasakan. Apa nasihat Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu?
اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ
“Sabarlah. Karena tidak datang tahun kecuali akan lebih buruk dari yang sebelumnya.”
Lalu disebutkan yang dimaksud dengan “lebih buruk dari yang sebelumnya” bukan berkaitan dengan masalah ekonomi, sulitnya mencari harta dan sebagainya, bukan berkaitan dengan itu. Dalam riwayat yang lain disebutkan:
إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ
“Apabila telah pergi orang-orang alimnya.”
Lihat Juga :