10 Larangan yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadan, Cek Penjelasannya di Sini!

Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:20 WIB

5. Memasukkan Sesuatu ke Lubang Tubuh

Dalam Kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja disebutkan yang termasuk membatalkan puasa adalah sengaja memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh seperti mulut, tenggorokan, hidung bagian dalam dan telinga bagian dalam. Adapun jika tidak disengaja maka puasanya tidak batal.

6. Keluar Darah Haidh dan Nifas

Dalilnya adalah Hadis dari Abi Said Al-Khudhri berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Bukankah bila wanita mendapat haidh dia tidak boleh sholat dan puasa." (HR Muttafaq 'alaihi)

7. Murtad dan Gila

Murtad atau keluar dari agama Islam juga membatalkan puasa. Sebab, syariat puasa hanya ditujukan kepada umat Islam yang beriman. Begitu juga dengan gila termasuk pembatal puasa. Seseorang yang tiba-tiba gila, maka puasanya batal. Sebab, syarat sah puasa adalah orang yang berakal sehat.

10 Larangan saat Puasa Ramadan

1. Berdusta dan Bertindak Bodoh

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


Artinya: "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta bertindak bodoh, maka bagi Allah tiada gunanya ia meninggalkan makan dan minum." (HR Al-Bukhari)

Baca juga: Jelang Berbuka Puasa adalah Waktu Mustajab Doa, Ini Amalannya!

2. Berkumur-kumur Berlebihan dan Istinsyaq

Istinsyaq artinya memasukkan air ke dalam hidung, lalu menghirupnya ke dalam hidung ketika berwudhu. Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Laqith bin Shabrah:

وَبَالِغْ فِي الْمَضْمَضَةِ وَاْلإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا


Artinya: "Bersungguh-sungguhlah dalam berkumur dan dalam meng-hirup air ke hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa." (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan lainnya)

3. Berkata Kotor dan Bertengkar

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ هُوَالِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ إِذَا كَانَ يَوْمَ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَيَصْخَبْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْقَاتَلهُ فَلْيَقُلْ إِنِّيْ صَائِمٌ


Artinya: "Semua Anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya, dan puasa itu adalah perisai. Pada hari seseorang dari kamu berpuasa janganlah ia berkata kotor dan berbuat gaduh, dan apabila ada orang mengajak berbantah dan bermusuhan hendaklah ia mengatakan: Saya sedang berpuasa." (HR An-Nasa'i)

4. Mencium dengan Syahwat

Diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah berkata:

رَسُوْلُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ ولَكِنَّهُ كَانَ لَكُمْ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ


Artinya: "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pernah menciumku ketika sedang puasa dan bersentuhan ketika sedang puasa. Akan tetapi beliau itu orang yang paling kuat di antara kamu menahan nafsunya." (HR Jama'ah kecuali an-Nasa'i)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!