Apakah Kemuliaan Malam Lailatul Qadar hanya Diberikan pada Umat Muslim Saja? Begini Penjelasannya

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:45 WIB
Syeikh Ahmad menjelaskan, banyak orang berpikir bahwa beribadah di malam Lailatul Qadar setara dengan beribadah selama 83 tahun dan 4 bulan. Pandangan semacam itu keliru. "Itu salah. Yang benar beribadah di malam tersebut lebih baik dari beribadah di 83 tahun 4 bulan," kata ulama yang berdomisili di Srengseng, Jakarta Barat itu.

Kerena itu, kejarlah malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan . Dari Ummul Mukminin 'Aaisyah radhiyallahu 'anha berkata:

كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ


"Adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila 10 malam terakhir telah masuk, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR Al-Bukhari)

Perbanyaklah berdoa:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

"Ya Allah, sungguh Engkau Maha pemaaf dan pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku".

Baca juga: Mengenalkan Makna Malam Lailatul Qadar, Penting Dilakukan pada Anak Sejak Usia Dini
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!