Al-Qur'an: Ayat Pertama Turun Al-Alaq, yang Terakhir Ada 9 Pendapat
Selasa, 05 Mei 2020 - 03:52 WIB
Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu.
(Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya.
Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Baqarah : 282)
Keempat, sebagian lagi menyebut bahwa ayat yang terakhir turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat Kallalah; yakni surat al-Anisa ayat 176.
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.
Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Nisa 176)
Kallalah adalah sebutan untuk orang yang meningalkan dunia namun tidak memiliki anak keturunan dan orang tuanya pun sudah meninggalkan lama.
Ahmad Zarkasih Lc, dalam buku "Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?" menilai, pendapat kedua, yakni ayat 281 surat Al-Baqarah sebagai pendapat yang sepertinya kuat dan bisa diterima sebagai ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, karena ayat itu turun 81 hari sebelum Nabi SAW wafat.
Bahkan ada juga yang menyebut 9 malam sebelum Nabi SAW wafat. Tapi kemudian, Imam Abu Bakr al-Baqilani sebagaimana dikutip oleh Sheikh Manna’ al-Qathan dan juga Imam Badrudin al-Zarkasyi dalam kitabnya al-Burhan, bahwa mengetahui ayat pertama dan terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah kewajiban agama.
Dalam arti lain, menurut Ahmad Zarkasih, bahwa kita tidak dituntut untuk mengetahui mana ayat pertama dan mana ayat terakhir. "Kita tidak berdosa jika kita tidak tahu mana ayat pertama dan mana ayat yang terakhir turun. Tapi kita berdosa jika tidak mengamalkan apa yang diwajibkan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an," ujarnya.
(Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya.
Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Baqarah : 282)
Keempat, sebagian lagi menyebut bahwa ayat yang terakhir turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat Kallalah; yakni surat al-Anisa ayat 176.
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.
Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Nisa 176)
Kallalah adalah sebutan untuk orang yang meningalkan dunia namun tidak memiliki anak keturunan dan orang tuanya pun sudah meninggalkan lama.
Ahmad Zarkasih Lc, dalam buku "Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?" menilai, pendapat kedua, yakni ayat 281 surat Al-Baqarah sebagai pendapat yang sepertinya kuat dan bisa diterima sebagai ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, karena ayat itu turun 81 hari sebelum Nabi SAW wafat.
Bahkan ada juga yang menyebut 9 malam sebelum Nabi SAW wafat. Tapi kemudian, Imam Abu Bakr al-Baqilani sebagaimana dikutip oleh Sheikh Manna’ al-Qathan dan juga Imam Badrudin al-Zarkasyi dalam kitabnya al-Burhan, bahwa mengetahui ayat pertama dan terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah kewajiban agama.
Dalam arti lain, menurut Ahmad Zarkasih, bahwa kita tidak dituntut untuk mengetahui mana ayat pertama dan mana ayat terakhir. "Kita tidak berdosa jika kita tidak tahu mana ayat pertama dan mana ayat yang terakhir turun. Tapi kita berdosa jika tidak mengamalkan apa yang diwajibkan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an," ujarnya.
(mhy)
Lihat Juga :