Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Jum'at, 03 April 2026 - 09:31 WIB
2. Nasihat kedua
وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الْأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الْمُقِيمِ
Waktu adalah substansi hidup manusia (yang dapat membawanya kepada) kehidupan yang abadi di tempat yang penuh kenikmatan (surga).
3. Nasihat ketiga
وَمَادَّةُ الْمَعِيشَةِ الضَّنْكِ فِي الْعَذَابِ الْأَلِيمِ
Dan waktu juga merupakan substansi (yang dapat mengantarkannya) ke dalam kesempitan yang penuh azab memilukan (neraka).
4. Nasihat keempat
وَهُوَ يَمُرُّ أَسْرَعَ مِنَ السَّحَابِ
Waktu berlalu begitu cepatnya, lebih cepat daripada berlalunya awan.
5. Nasihat kelima
فَمَا كَانَ مِنْ وَقْتِهِ لِلَّهِ وَبِاللَّهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمُرُهُ
Maka barangsiapa yang waktunya adalah semata-mata hanya untuk Allah dan karena Allah, maka itulah kehidupan dan usianya (yang sebenarnya).
6. Nasihat keenam
وَغَيْرُ ذَلِكَ لَيْسَ مَحْسُوبًا مِنْ حَيَاتِهِ، وَإِنْ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيْشَ الْبَهَائِمِ
Adapun selain itu, maka sejatinya tidaklah dianggap sebagai bagian dari hidupnya. Sekalipun ia hidup seperti ini, maka hidupnya bagaikan hewan ternak.
Lihat Juga :