Siti Masyitoh : Pemilik Makam yang Harumnya Semerbak

Senin, 21 September 2020 - 08:34 WIB
Ucapan itu membuat anak Fir'aun terkejut. “Apakah ucapan yang kamu maksud adalah bapakku,” tanya anak Fir'aun. Siti Masyitoh dengan jujur mengatakan bahwa maksud kata itu ialah Tuhan sesungguhnya, bukan ditujukan untuk Fir'aun. “Yaitu Rabbku, juga Rabb ayahmu, yaitu Allah. Karena tiada Tuhan selain Allah,” katanya.

Jawaban itu membuat anak Fir'aun tersinggung, berarti ada Tuhan lain kecuali bapaknya. Anak Fir'aun itu mengancam melaporkan keyakinan Masyitoh tersebut kepada bapaknya. Namun Masyitoh tak gentar, karena ia yakin Allah adalah Tuhan yang sebenarnya, bukan Firaun.

Laporan anaknya membuat Fir'aun murka. Ia tidak menyangka, pengasuh anaknya adalah pengikut Nabi Musa. Masyitoh dipanggil lalu ditanya oleh Fir'aun, “Apakah benar apa yang disampaikan anakku? Siapakah Tuhan yang engkau sembah selama ini?’ Masyitoh tidak mengelak tuduhan itu. Dengan tegas dia mengatakan, ‘’Betul, Bahwa tiada tuhan selain Allah yang sesungguhnya menguasai alam dan isinya.’’

(Baca juga : .Pak Jokowi! Pengusaha Hotel Rebutan Pasien Covid-19 Nih.. )

Jawaban itu membuat Fir'aun semakin marah. Dia memerintahkan para pengawal menyiapkan minyak mendidih di dalam tembaga besar. Wadah panas itu untuk menggodok Masyitoh beserta anak-anaknya. Pemandangan itu disaksikan masyarakat luas. Sebelum dimasukkan ke minyak panas, Masyitoh diberi kesempatan sekali lagi untuk memilih, dia dan dua anaknya selamat jika mengakui Fir'aun sebagai tuhan. Sebaliknya, nyawanya terancam jika tidak mau mengakui ketuhanan Fir'aun.

Sebagai perempuan beriman dan meyakini Allah Ta'ala, Siti Masyitoh tidak gentar terhadap ancaman Fir'aun. Ia tetap yakin Tuhan yang sesungguhnya hanyalah Allah, bukan Firaun. Pendirian Masyitoh semakin mempermalukan Fir'aun. Raja kejam itu memerintahkan pengawalnya melemparkan anak Masyitoh satu persatu di hadapan ibunya hingga yang terakhir bayi yang sedang menyusu dalam pelukan Masyitoh.’

(Baca juga : Ini Rekomendasi Konbes XXIII GP Ansor dalam Penanganan COVID-19 )

Ibu mana yang tega menyaksikan satu persatu anaknya tergerus minyak panas. Ketika giliran bayi terakhir akan dimasukkan tembaga panas, Masyitoh sempat ragu. Kekuasaan Allah menciptakan bayi itu tiba-tiba bisa bicara, “Jangan takut dan sangsi, wahai ibuku. Karena kematian kita akan mendapat ganjaran dari Allah Ta'ala, dan pintu surga akan terbuka menanti kedatangan kita.”

Riwayat lain, bayi Masyitoh meyakinkan ibunya, “Sabarlah wahai ibuku, sesungguhnya kita dalam pihak yang benar. Wahai ibu masukanlah, karena sesungguhnya siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat.’’ (HR Ahmad).

Kekuatan anaknya membuat keraguan Masyitoh hilang. Dengan yakin dan iklas kepada Allah, Masyitoh membaca, “Bismillahi tawak kal tu ‘alallah wallahu akbar.’’ Siti Masyitoh dan bayinya terjun ke minyak mendidih. Ajaib, begitu minyak panas menggerus raga orang-orang istiqamah itu tercium wangi yang sangat harum dari dalam kuali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!