Siti Masyitoh : Pemilik Makam yang Harumnya Semerbak
Senin, 21 September 2020 - 08:34 WIB
Siti Masyitoh, seorang perempuan yang tetap teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya yang akan merenggut nyawanya dan keluarganya. Makamnya sangat harum semerbak, sampai tercium Rasulullah SAW saat ber-Isra Miraj. Foto ilustrasi/ist
Generasi sekarang mungkin sudah jarang mendengar kisah inspiratif ini. Atau bahkan sudah hampir dilupakan. Ini kisah tentang bagaimana keteguhan dan keyakinannya menjadikan seorang perempuan mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala
Siapa perempuan inspiratif tersebut? Dialah Siti Masyitoh, yang hidup pada zaman Fir’aun dan sekaligus menjadi pelayan yang mengurus anak-anaknya Fir’aun.
Kisah Siti Masyitah ini diriwayatkan dalam hadis Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ber-Isra Mi’raj, Beliau mencium aroma sangat harum. Penasaran, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada Malaikat Jibril , “Harum apakah itu wahai Jibril?’’ Malaikat Jibril menjawab, itu adalah wangi dari kuburan seorang perempuan salehah bernama Siti Masyitoh (Mashitah) dan anak-anaknya.
(Baca juga : Inilah Masjid Terbaik Bagi Muslimah )
Siti Masyitoh ini, seperti dikutip dari buku 'Membina Akidah dan Akhlak' yang ditulis Ajie Nazmuddin, digambarkan sebagai sosok yang memegang teguh kebenaran dan keimanan kepada Allah Ta'ala. Kala itu, ia menjadi pelayan dari Siti Asiyah, yaitu istri dari Fir'aun. Siti Masyitoh bertugas mengurus anak Fir'aun. Seorang lagi yang dekat dengan Siti Masyitoh bernama Hazaqil. Ia adalah pembuat peti, tempat Musa balita ditaruh utuk kemudian dihanyutkan di sungai dan menjadi suaminya.
Siti Masyitoh dan suaminya ini sudah beriman pada Nabi Musa namun mereka menyembunyikannya dari Fir'aun. Namun suatu ketika, Masyitoh menemukan suaminya telah meninggal dengan cara mengenaskan, yang ternyata dibunuh Fir'aun karena ketahuan sebagai pengikut Musa alaihissalam.
(Baca juga : Haruskah Anak Perempuan Dikhitan? )
Masyitoh sangat sedih melihat kondisi suaminya. Namun ia bersabar dan berserah diri kepada Allah. Ia berkeluh kesah ke istri Fir'aun, Siti Asiyah. Sang istri raja ini pun memberikan nasihat agar Masyitoh dan anak-anaknya sabar. Namun, ia bisa membaca isyarat dari Siti Masyitoh yang beriman kepada Allah. Di akhir nasihatnya, Asiyah mengatakan bahwa selama ini dia juga beriman kepada Allah, tapi menyembunyikan di hadapan suaminya.
Sepeninggal suaminya, seperti biasa Masyitoh menjalankan tugasnya sebagai perias putri Fir'aun. Ada kisah sepele, tapi berdampak besar. Gara-gara sisir yang terjatuh, akhirnya terungkap jati diri Masyitoh. Saat itu Masyitoh sedang menyisir rambut anak Fir'aun. Tiba-tiba sisir dalam genggamannya terjatuh. Ketika mengambil lagi sisir tersebut, bibirnya reflek mengucap, ‘’Bismillah.’’
(Baca juga : Inilah Balasan Bagi yang Pandai Bersyukur )
Siapa perempuan inspiratif tersebut? Dialah Siti Masyitoh, yang hidup pada zaman Fir’aun dan sekaligus menjadi pelayan yang mengurus anak-anaknya Fir’aun.
Kisah Siti Masyitah ini diriwayatkan dalam hadis Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ber-Isra Mi’raj, Beliau mencium aroma sangat harum. Penasaran, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada Malaikat Jibril , “Harum apakah itu wahai Jibril?’’ Malaikat Jibril menjawab, itu adalah wangi dari kuburan seorang perempuan salehah bernama Siti Masyitoh (Mashitah) dan anak-anaknya.
(Baca juga : Inilah Masjid Terbaik Bagi Muslimah )
Siti Masyitoh ini, seperti dikutip dari buku 'Membina Akidah dan Akhlak' yang ditulis Ajie Nazmuddin, digambarkan sebagai sosok yang memegang teguh kebenaran dan keimanan kepada Allah Ta'ala. Kala itu, ia menjadi pelayan dari Siti Asiyah, yaitu istri dari Fir'aun. Siti Masyitoh bertugas mengurus anak Fir'aun. Seorang lagi yang dekat dengan Siti Masyitoh bernama Hazaqil. Ia adalah pembuat peti, tempat Musa balita ditaruh utuk kemudian dihanyutkan di sungai dan menjadi suaminya.
Siti Masyitoh dan suaminya ini sudah beriman pada Nabi Musa namun mereka menyembunyikannya dari Fir'aun. Namun suatu ketika, Masyitoh menemukan suaminya telah meninggal dengan cara mengenaskan, yang ternyata dibunuh Fir'aun karena ketahuan sebagai pengikut Musa alaihissalam.
(Baca juga : Haruskah Anak Perempuan Dikhitan? )
Masyitoh sangat sedih melihat kondisi suaminya. Namun ia bersabar dan berserah diri kepada Allah. Ia berkeluh kesah ke istri Fir'aun, Siti Asiyah. Sang istri raja ini pun memberikan nasihat agar Masyitoh dan anak-anaknya sabar. Namun, ia bisa membaca isyarat dari Siti Masyitoh yang beriman kepada Allah. Di akhir nasihatnya, Asiyah mengatakan bahwa selama ini dia juga beriman kepada Allah, tapi menyembunyikan di hadapan suaminya.
Sepeninggal suaminya, seperti biasa Masyitoh menjalankan tugasnya sebagai perias putri Fir'aun. Ada kisah sepele, tapi berdampak besar. Gara-gara sisir yang terjatuh, akhirnya terungkap jati diri Masyitoh. Saat itu Masyitoh sedang menyisir rambut anak Fir'aun. Tiba-tiba sisir dalam genggamannya terjatuh. Ketika mengambil lagi sisir tersebut, bibirnya reflek mengucap, ‘’Bismillah.’’
(Baca juga : Inilah Balasan Bagi yang Pandai Bersyukur )
Lihat Juga :