Mengapa Ibadah Kurban Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:23 WIB
Hakikat ibadah kurban atau berkurban (Udhiyyah) ialah untuk meneladani dan menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan melatih kerelaan melepas sebagian hak milik kepada sebenar-benarnya pemilik. Foto ilustrasi/ist
Mengapa ibadah kurban di Hari Iduladha sangat istimewa di sisi Allah SWT? Ternyata ada rahasia dan alasan utama di baliknya. Apa saja rahasia tersebut?

Seperti diketahui, dalam Islam berkurban merupakan salah satu amalan istimewa di bulan Zulhijjah di samping berhaji dan puasa sunnah.

Dikutip dari pendapat singkat Ustaz Hanif Luthfi, pengajar Rumah Fiqih Indonesia, dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah, dijelaskan bahwa, hakikat berkurban (Udhiyyah) ialah untuk meneladani dan menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan melatih kerelaan melepas sebagian "hak milik" kepada sebenar-benarnya pemilik.

Ibadah kurban disyariatkan untuk kita umat Nabi Muhammad Shallalahu aliahi wa sallam karena di dalamnya ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekedar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih sendiri, juga merupakan keutamaan. Itulah ibadah Kurban yang merupakan amalan tercinta seorang hamba di sisi Allah Ta'ala pada hari raya.

Baca juga: Yuk, Kenali Dulu Syarat Hewan Kurban Sebelum Iduladha Tiba!

Ada tiga alasan kenapa kita harus berkurban di Hari Raya Iduladha :

1. Mengagungkan Syiar Allah 'Azza wa Jalla.

Ibadah kurban merupakan syiar Allah kepada manusia. Sebagaimana ayat Al-Qur'an : "Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (untaunta itu) untukmu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Hajj: 36)

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj: 37).

Orang yang mengagungkan syiar Allah termasuk wujud ketakwaan dari dalam hati, sebagaimana ayat: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati". (Al Hajj ayat 32)

2. Memenuhi Perintah Allah Ta'ala dan Rasulullah SAW.

Dalam Surat Al-Kautsar disebutkan: "Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban ." (QS. Al-Kautsar: ayat 2).

Dalam ayat lain: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj: ayat 28).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!