Mengapa Ibadah Kurban Sangat Istimewa di Sisi Allah? Ini 3 Alasan Utamanya!

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:23 WIB
Dalam hadis, Rasulullah Shalllahu alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban , janganlah mendekati tempat salat kami". (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Dalam hadits lain disebutkan dari Mikhnaf ibn Sulaim, dia berkata: "Ketika kami sedang wuquf di Arafah bersama Nabi, aku mendengar beliau SAW bersabda: "Wahai manusia, setiap keluarga di setiap tahunnya diperintahkan untuk berkurban ".

3. Amalan yang Paling Utama.

Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr kecuali menyembelih hewan kurban . Hewan itu nanti pada hari Kiamat akan datang dengan tanduk, rambut dan bulunya, dan darah itu di sisi Allah Ta'ala segera menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah. (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah).

Meski demikian, berkurban bukanlah kewajiban. Imam as-Syafi'i (wafat 204 H) menyebutkan dalam Kitabnya al-Umm: "Dan telah sampai kepada kami bahwa Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma pernah tidak melaksanakan ibadah kurban karena khawatir beliau berdua selalu dijadikan teladan sampai ada yang melihat mereka berdua kemudian mengira bahwa berkurban itu wajib.

Ibadah kurban hukumnya sunnah Mu'akkadah. Yaitu ibadah yang jika dilakukan mendapatkan pahala di sisi Allah, jika tidak dilakukan pun tidak akan berdosa. Namun, seyogyanya bagi yang memiliki keluasan rezeki diperintahkan untuk tidak meninggalkan ibadah yang satu ini.

Baca juga: Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!