Timwas Haji DPR Bambang Haryo: Pelayanan Haji 2026 Sangat Transparan, Akomodasi dan Konsumsi Jemaah Terjaga
Senin, 01 Juni 2026 - 11:10 WIB
BHS juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai semakin baik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada jemaah.
Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan turut berdampak pada penurunan angka jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jemaah wafat mencapai sekitar 160 pada hari ke-40 pelaksanaan haji, maka pada tahun ini tercatat sekitar 68 orang.
"Jumlah dokter dan obat-obatan cukup. Ini terbukti dari menurunnya angka jemaah yang wafat dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan pelayanan kesehatan berjalan lebih baik," jelasnya.
Selain itu, BHS menyoroti tingginya tingkat transparansi dalam penyelenggaraan layanan haji. Ia menemukan berbagai informasi pelayanan yang ditampilkan secara digital, mulai dari data petugas, informasi gizi, sertifikasi hingga proses penyajian makanan yang dapat diakses secara terbuka.
Saat meninjau dapur penyedia konsumsi jemaah, BHS juga mendapati sebagian tenaga juru masak berasal dari Indonesia sehingga cita rasa makanan lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Ia menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku makanan juga dalam kondisi aman dan mencukupi.
Atas berbagai temuan tersebut, BHS menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji Arab Saudi serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Saya mengapresiasi Kementerian Haji yang telah mengoordinasikan pelayanan dengan baik, baik dari sisi akomodasi, konsumsi, kesehatan, fasilitas ibadah maupun pelayanan pendukung lainnya bagi jemaah," ucapnya.
Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan turut berdampak pada penurunan angka jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jemaah wafat mencapai sekitar 160 pada hari ke-40 pelaksanaan haji, maka pada tahun ini tercatat sekitar 68 orang.
"Jumlah dokter dan obat-obatan cukup. Ini terbukti dari menurunnya angka jemaah yang wafat dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan pelayanan kesehatan berjalan lebih baik," jelasnya.
Selain itu, BHS menyoroti tingginya tingkat transparansi dalam penyelenggaraan layanan haji. Ia menemukan berbagai informasi pelayanan yang ditampilkan secara digital, mulai dari data petugas, informasi gizi, sertifikasi hingga proses penyajian makanan yang dapat diakses secara terbuka.
Saat meninjau dapur penyedia konsumsi jemaah, BHS juga mendapati sebagian tenaga juru masak berasal dari Indonesia sehingga cita rasa makanan lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Ia menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku makanan juga dalam kondisi aman dan mencukupi.
Atas berbagai temuan tersebut, BHS menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji Arab Saudi serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Saya mengapresiasi Kementerian Haji yang telah mengoordinasikan pelayanan dengan baik, baik dari sisi akomodasi, konsumsi, kesehatan, fasilitas ibadah maupun pelayanan pendukung lainnya bagi jemaah," ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :