Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Kamis, 11 Juni 2026 - 10:43 WIB
Buya Yahya, Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon Jawa Barat. Foto istimewa
Perceraian merupakan jalan terakhir yang ditempuh pasangan suami istri ketika berbagai upaya mempertahankan rumah tangga tidak lagi menemukan titik temu. Meski demikian, perceraian bukan berarti berakhirnya tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak mereka.
Dalam berbagai kesempatan, Buya Yahya mengingatkan bahwa anak tidak boleh menjadi korban dari konflik kedua orang tuanya. Meskipun ayah dan ibu telah berpisah, keduanya tetap memiliki kewajiban untuk menjaga, mendidik, dan menanamkan akhlak yang baik kepada anak.
Menurut kyai kondang bernama lengkap Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri ini, orang tua harus tetap mengajarkan anak untuk berbakti kepada ayah maupun ibunya. Jangan sampai karena perceraian, anak diajarkan untuk membenci salah satu pihak. "Anak tetap harus menghormati kedua orang tuanya. Jangan menjadikan anak sebagai alat untuk melampiaskan kekecewaan," demikian pesan yang sering disampaikan Buya Yahya.
Sikap saling menjelekkan mantan pasangan di hadapan anak justru dapat menimbulkan luka batin yang mendalam. Akibatnya, anak bisa tumbuh dengan kebencian, kehilangan figur teladan, bahkan mengalami gangguan emosional.
Baca juga: 5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Dalam kondisi tertentu, perselisihan mengenai hak asuh anak sering kali menjadi persoalan baru pasca perceraian. Jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan yang terbaik bagi anak, maka perlu dicari solusi yang dapat menjamin tumbuh kembang dan pendidikan anak berjalan dengan baik.
Yang terpenting, segala keputusan harus didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan atas dasar ego atau perselisihan antara mantan pasangan.
Dalam berbagai kesempatan, Buya Yahya mengingatkan bahwa anak tidak boleh menjadi korban dari konflik kedua orang tuanya. Meskipun ayah dan ibu telah berpisah, keduanya tetap memiliki kewajiban untuk menjaga, mendidik, dan menanamkan akhlak yang baik kepada anak.
Menurut kyai kondang bernama lengkap Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri ini, orang tua harus tetap mengajarkan anak untuk berbakti kepada ayah maupun ibunya. Jangan sampai karena perceraian, anak diajarkan untuk membenci salah satu pihak. "Anak tetap harus menghormati kedua orang tuanya. Jangan menjadikan anak sebagai alat untuk melampiaskan kekecewaan," demikian pesan yang sering disampaikan Buya Yahya.
Sikap saling menjelekkan mantan pasangan di hadapan anak justru dapat menimbulkan luka batin yang mendalam. Akibatnya, anak bisa tumbuh dengan kebencian, kehilangan figur teladan, bahkan mengalami gangguan emosional.
Baca juga: 5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Anak Tetap Membutuhkan Kasih Sayang
Setelah perceraian terjadi, orang tua hendaknya tidak mengabaikan kebutuhan anak. Perhatian, kasih sayang, pendidikan, serta pendampingan tetap harus diberikan secara maksimal.Dalam kondisi tertentu, perselisihan mengenai hak asuh anak sering kali menjadi persoalan baru pasca perceraian. Jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan yang terbaik bagi anak, maka perlu dicari solusi yang dapat menjamin tumbuh kembang dan pendidikan anak berjalan dengan baik.
Yang terpenting, segala keputusan harus didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan atas dasar ego atau perselisihan antara mantan pasangan.
Tips Mendampingi Anak Setelah Perceraian
Agar dampak perceraian terhadap anak dapat diminimalkan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:1. Berbicara sesuai usia anak
Jelaskan mengenai perceraian dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia dan tingkat kematangan anak. Hindari penjelasan yang berlebihan atau membebani pikiran mereka.Lihat Juga :