Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Kamis, 02 Juli 2026 - 05:15 WIB
Central utama pengembangan Tarekat Syadziliya adalah Mesir, khususnya Kota Alexandria, Thantha, dan daerah Dasuq di wilayah Provensi Kafrussyeikh. Kemudian menyebar ke negara-negara Arab. Dan negara-negara yang lebih pro aktif mengembangkan tarekat ini adalah negara-negara Timur Islam, Suria, Jordania, Hadramaut Yaman, dan juga Sudan serta Juzur Qamar, serta memiliki banyak pengikut di Indonesia. Di antara pentolan Tarekat Syaziliyah yang terkenal adalah Syaikh Abul Abbas al-Mursi al-Andalusi dan Syaikh Ahmad ibnu Athaillah Assakandari al-Masri.
Pada masa paceklik menimpa Maroko, ia gemar memberi makan kepada orang-orang susah di disekitar Zaouiyahnya dengan makanan disebut Dsyisya, yaitu jenis makanan yang masyhur di Maroko, maka dipanggil oleh masyarakat setempat Boudsyisa (Abu Dsyisya). Sesuai kebijakan politik Kerajaan Maroko, dalam hal ini Kementerian Hobous atau Wakaf, telah merangkul semua kelompok tarekat di dalam negeri di bawah perkumpulan resmi yang dikomandoi oleh Tarekat Boudsyisyiya.
Syakh Al-Badawi pindah ke Mesir dan menetap di Thantha setelah pulang dari perjalanan haji bersama bapaknya tahun 637 H. Makamnya di Thantha merupakan tempat ziarah populer bagi pengunjung dari dalam dan luar Mesir hingga saat ini.
Tempat ia memulai menggagas Tarekat Khalwatiya masih terpelihara di Kota Al Khalil sampai sekarang dengan Zaouiya Al Maghariba, sebutan lain dari bangsa Maroko.
Demikian fakta unik Maroko dan lahirnya tarekat besar di dunia. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca juga: Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
4. Tarekat Boudsyisyiyah
Nama lengkapnya Tarekat Qadiriyah Boudsyisyiyah, adalah sebuah Taraket yang lagi naik daun di Maroko saat ini. Boudsyisyiyah lebih bangga menisbatkan nama tarekatnya langsung pada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Baghdadi, yang populer pada abad ke-5 Hijriah. Sedangkan nama tambahkan Boudsyisyiyah diambil dari panggilan pesohornya sekaligus pendiri tarekat Qadiriyah Boudsyisyiyah yaitu Syaikh Sidi Ali bin Mohamed al-Boudsyisyi.Pada masa paceklik menimpa Maroko, ia gemar memberi makan kepada orang-orang susah di disekitar Zaouiyahnya dengan makanan disebut Dsyisya, yaitu jenis makanan yang masyhur di Maroko, maka dipanggil oleh masyarakat setempat Boudsyisa (Abu Dsyisya). Sesuai kebijakan politik Kerajaan Maroko, dalam hal ini Kementerian Hobous atau Wakaf, telah merangkul semua kelompok tarekat di dalam negeri di bawah perkumpulan resmi yang dikomandoi oleh Tarekat Boudsyisyiya.
5. Tarekat Al-Badawiyah
Tarekat al-Badawiyah dinisbatkan kepada Wali Quthub Syaikh Sidi Ahmed al-Badawi. Lahir di Kota Fes Maroko, dan di sana pula ia menghafal Al-Qur'an serta memperdalam ilmu Fiqih Mazhab Maliki. Syaikh Al-Badawi lebih populer di Mesir sebagai Waliyullah yang saleh dan pejuang di Thantha.Syakh Al-Badawi pindah ke Mesir dan menetap di Thantha setelah pulang dari perjalanan haji bersama bapaknya tahun 637 H. Makamnya di Thantha merupakan tempat ziarah populer bagi pengunjung dari dalam dan luar Mesir hingga saat ini.
6. Tarekat Khalwatiyah
Tarekat Khalwatiyah atau Zaouiyah Khalwatiyah, didirikan oleh Syaikh as-Saqwati atau dikenal juga sebagai Sidi Mohamed bin Abdellah Al Husaini, berasal dari Saqial Hamra wilayah Selatan Maroko. Kemudian hijrah ke kota al-Khalil Palestina dan mendirikan Tarekat Khalwatiya. Di sana beliau mempunyai pengikut hingga ke Jordan.Tempat ia memulai menggagas Tarekat Khalwatiya masih terpelihara di Kota Al Khalil sampai sekarang dengan Zaouiya Al Maghariba, sebutan lain dari bangsa Maroko.
Demikian fakta unik Maroko dan lahirnya tarekat besar di dunia. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca juga: Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
(wid)
Lihat Juga :