Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Sabtu, 04 Juli 2026 - 05:15 WIB
‘BISMILLAHI WA ‘ALA MILLATI RASULILLAH
(Dengan nama Allah, atas agama Rasulullah).’
Jika berdoa dengan kalimat lain, itu juga baik.”
Tata cara mengucapkan basmalah yang disyariatkan saat makan adalah dengan mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah). Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia mengucapkan bismillahi ta’ala. Jika ia lupa mengucapkan nama Allah Ta’ala di awalnya, hendaklah ia mengucapkan bismillahi fiiawwalihi wa aakhirihi (Bismillah di awal dan akhirnya).” (HR. At-Tirmidzi no. 1858 dan dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani rahimahullah.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa tambahan ini tidak masalah. Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika seseorang mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim) saat makan, itu adalah baik, karena itu lebih sempurna.” (Selesai dari Al-Fatawa Al-Kubra, 5: 480)
Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah (8: 92), disebutkan, “Para ulama berpendapat bahwa mengucapkan basmalah ketika memulai makan adalah salah satu sunah. Bentuk ucapannya adalah بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) atau بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim). An-Nawawi rahimahullah berkata, “Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah bentuk ucapan basmalah. Yang lebih utama adalah mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim). Namun, jika hanya mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja, itu sudah mencukupi dan sunahnya telah terlaksana.” (Al-Adzkar, 1: 231)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menanggapi pernyataan An-Nawawi rahimahullah dengan mengatakan, “Saya tidak menemukan dalil khusus yang mendukung klaim keutamaan (mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim) dibanding بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja).” (Fath al-Bari)
Syekh Al-Albani rahimahullah berkata, “Saya katakan, tidak ada yang lebih utama dari sunah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika tidak ada riwayat yang sahih mengenai tasmiyah (ucapan basmalah) saat makan selain بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah), maka tidak boleh menambahinya, apalagi mengatakan bahwa tambahan tersebut lebih utama. Pendapat ini bertentangan dengan apa yang kami sebutkan dari hadis ‘Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, 1: 343)
Berdasarkan hal ini, yang lebih utama adalah cukup mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) di awal makan, dan tempat-tempat lainnya yang ada dalil khusus untuk lafaz بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja tanpa menambahinya. Namun, jika seseorang menambahkan dan mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim), maka tidak ada masalah menurut mayoritas ulama.
Baca juga: Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
(Dengan nama Allah, atas agama Rasulullah).’
Jika berdoa dengan kalimat lain, itu juga baik.”
Tata cara mengucapkan basmalah yang disyariatkan saat makan adalah dengan mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah). Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إذا أكَل أحَدُكم فَلْيذكُرِ اسمَ اللهِ تعالى، فإن نسِي أن يذكُرَ اسمَ اللهِ تعالى في أوَّلِهِ، فليقُلْ: بسمِ اللهِ أوَّلَهُ وآخِرَهُ.
“Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia mengucapkan bismillahi ta’ala. Jika ia lupa mengucapkan nama Allah Ta’ala di awalnya, hendaklah ia mengucapkan bismillahi fiiawwalihi wa aakhirihi (Bismillah di awal dan akhirnya).” (HR. At-Tirmidzi no. 1858 dan dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani rahimahullah.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa tambahan ini tidak masalah. Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika seseorang mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim) saat makan, itu adalah baik, karena itu lebih sempurna.” (Selesai dari Al-Fatawa Al-Kubra, 5: 480)
Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah (8: 92), disebutkan, “Para ulama berpendapat bahwa mengucapkan basmalah ketika memulai makan adalah salah satu sunah. Bentuk ucapannya adalah بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) atau بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim). An-Nawawi rahimahullah berkata, “Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah bentuk ucapan basmalah. Yang lebih utama adalah mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim). Namun, jika hanya mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja, itu sudah mencukupi dan sunahnya telah terlaksana.” (Al-Adzkar, 1: 231)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menanggapi pernyataan An-Nawawi rahimahullah dengan mengatakan, “Saya tidak menemukan dalil khusus yang mendukung klaim keutamaan (mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim) dibanding بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja).” (Fath al-Bari)
Syekh Al-Albani rahimahullah berkata, “Saya katakan, tidak ada yang lebih utama dari sunah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika tidak ada riwayat yang sahih mengenai tasmiyah (ucapan basmalah) saat makan selain بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah), maka tidak boleh menambahinya, apalagi mengatakan bahwa tambahan tersebut lebih utama. Pendapat ini bertentangan dengan apa yang kami sebutkan dari hadis ‘Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, 1: 343)
Berdasarkan hal ini, yang lebih utama adalah cukup mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) di awal makan, dan tempat-tempat lainnya yang ada dalil khusus untuk lafaz بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillah) saja tanpa menambahinya. Namun, jika seseorang menambahkan dan mengucapkan بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (bismillahirrahmanirrahim), maka tidak ada masalah menurut mayoritas ulama.
Baca juga: Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
(wid)
Lihat Juga :