Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:27 WIB
Peperangan ini kemudian disebut dengan perang Abwa (ghazwatul Abwa’) atau ada juga yang menamainya dengan perang Waddan (ghazwatul Waddan).

Syekh Sulaiman bin Musa al-Andalusi dalam "al-Iktifa min Maghazi Rasulillah wal Khulafa" mengisahkan, sebelum Rasulullah dan para sahabat bergegas menuju lokasi perang, beliau merencanakan strategi yang akan digunakan saat perang meletus. Kesepakatan terakhir yang diambil Rasulullah dan para sahabat adalah strategi menyekat kaum Quraisy.

Umat Islam berpencar dan menempati tempat yang berbeda, tujuannya tidak lain kecuali agar orang kafir Quraisy bisa dikepung di tempat tersebut. Namun, rencana matang yang umat Islam sepakati tidak terlaksana, hal itu disebabkan orang-orang kafir telah pergi dan pulang sebelum umat Islam datang.

Akibatnya, strategi yang sudah disepakati tidak bisa diterapkan serta upaya pengepungan mereka tidak terlaksana.

Kesepakatan dan Perjanjian

Setelah umat Islam tidak mendapati seorang pun di tempat perang, mereka pulang tanpa terjadi peperangan. Namun, tanpa Rasulullah dan sahabat sadari, mereka disekat oleh kaum kafir yang diprakarsai oleh Makhsy bin Amr adl-Dlamrah, dan beberapa koalisi kaum kafir dari Bani Dlamrah.

Melihat reaksi mereka yang datang secara tiba-tiba, umat Islam langsung sigap dan siap untuk meluluhlantakkan dan memukul mundur pasukan yang dipimpin oleh Makhsy bin Amr.

Hanya saja, kedatangan mereka ternyata bukan untuk berperang melawan Rasulullah dan umat Islam. Mereka hanya ingin membuat kesepakatan dengan Rasulullah agar antarmereka dan umat Islam tidak berperang sehingga keputusan damai disepakati oleh Rasulullah dan pasukan Bani Dlamrah.

Syekh ‘Ali bin Ibrahim bin Ahmad al-Halabi (wafat 1044 H) dalam kitab "Insanul ‘Uyun fi Siratil Aminil Ma’mun" mengatakan, di antara isi perjanjian itu adalah sebagai berikut:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Ini adalah surat perjanjian dari Muhammad Rasulullah untuk Bani Dlamrah. Sesungguhnya, harta dan jiwa mereka dijamin keamanannya, dan sesungguhnya mereka akan mendapatkan pertolongan menghadapi orang-orang yang menyerang mereka, kecuali jika mereka memerangi agama Allah. Dan, jika Rasulullah meminta pertolongan kepada mereka, mereka pun akan menolongnya. Mereka mendapat jaminan keamanan dari Allah dan Rasul-Nya dan diberi pertolongan dari mereka yang baik dan menjaga (perjanjian)."

Baca juga: 3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!