Omar Khayyam Bisa Dibilang Suara Abadi bagi Para Sufi
Kamis, 24 September 2020 - 09:06 WIB
Menurut Idries, andai kata FitzGerald mengetahui teknik ajaran tertentu yang diterapkan Omar -- dengan mengikuti suatu garis pemikiran sehingga mengesankan kedangkalannya -- maka ia mungkin menguraikan pengaruh ajaran Omar secara lebih efektif.
Baca juga: Siapin Mental, Menteri Teten Prediksi Badai Ekonomi Masih Terasa Sampai 2021
FitzGerald juga telah keliru memahami tekanan yang diberikan Omar tentang kondisi Sufi yang mengalami "Kemabukan", sebagaimana terkandung dalam bait berikut ini:
Aku tak bisa hidup tanpa anggur,
Tanpa cangkir penuh dengan anggur,
aku tak mampu membawa tubuhku
Aku hamba sang nafas yang dikatakan Saki (Pemabuk)
"Minumlah secangkir lagi" -- tapi aku tak bisa.
Bait ini jelas mengacu pada kondisi pencapaian di bawah bimbingan guru sufi ketika suatu pengalaman ekstase berkembang menjadi suatu persepsi nyata tentang dimensi rahasia di balik kemabukan metaforis itu. (Bersambung)
Baca juga: Siapin Mental, Menteri Teten Prediksi Badai Ekonomi Masih Terasa Sampai 2021
FitzGerald juga telah keliru memahami tekanan yang diberikan Omar tentang kondisi Sufi yang mengalami "Kemabukan", sebagaimana terkandung dalam bait berikut ini:
Aku tak bisa hidup tanpa anggur,
Tanpa cangkir penuh dengan anggur,
aku tak mampu membawa tubuhku
Aku hamba sang nafas yang dikatakan Saki (Pemabuk)
"Minumlah secangkir lagi" -- tapi aku tak bisa.
Bait ini jelas mengacu pada kondisi pencapaian di bawah bimbingan guru sufi ketika suatu pengalaman ekstase berkembang menjadi suatu persepsi nyata tentang dimensi rahasia di balik kemabukan metaforis itu. (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :