Kaisar Romawi Sumbang 100 Kg Emas, Ubin Marmer, dan 100 Arsitek untuk Masjid Nabawi

Kamis, 24 September 2020 - 13:39 WIB

Mirik Kakek

Alangkah miripnya Al-Qasim dengan kakeknya, Abu Bakar Ash-Shidiq , sampai orang-orang berkomentar, “Tidak ada anak keturunan Abu Bakar yang lebih mirip dengan beliau dari Al-Qasim. Dia begitu serupa dalam akhlak, bentuk fisik, keteguhan iman maupun kezuhudannya…” dan banyak sekali sikap dan perbuatannya membuktikan hal ini.

Baca juga: Lanjutkan Pilkada, Pemerintah-DPR Dinilai Tak Responsif Penderitaan Rakyat


Sebagai contoh, ketika ada seorang dusun datang ke masjid lalu bertanya kepada beliu, “Siapakah yang lebih pandai, Anda ataukah Salim bin Abdullah?” Al-Qasim berpura-pura sibuk sehingga si penanya mengulangi pertanyaannya. Beliau menjawab, “Subhanallah.”

Pertanyaan itu diulang untuk ketiga kalinya, lalu Al-Qasim berkata, “Itu dia, Salim putra bibiku duduk di sebelah sana.” Orang-orang di masjid itu saling berbisik, “Sungguh mirip dia dengan kakeknya. Dia tidak suka atau sangat benci untuk berkata, “Aku lebih pandai,” karena hal itu berarti menyombongkan diri. Namun dia tidak pula berkata, “Dia lebih pandai,” sebab itu berarti dusta, mengingat sebenarnya dia lebih pandai daripada Salim.

Baca juga: Pilkada 2020, Saatnya Memilih Pemimpin yang Punya Sense Of Crisis


Suatu ketika, di Mina terlihat para jama’ah haji ke Baitullah berdatangan dari segala penjuru negeri dan mereka bertanya agama kepada Al-Qasim. Beliau menjawab sebatas apa yang beliau ketahui. Kepada mereka yang menanyakan masalah yang dia tidak mengetahuinya, tanpa rasa malu beliau berkata, “Aku tidak tahu…aku tidak mengerti…aku tidak tahu.”

Nampaknya orang-orang heran dan penasaran dengan jawaban tersebut, maka beliau menegaskan kepada mereka, “Aku tidak tahu apa yang kalian tanyakan itu. Seandainya aku tahu, tentu tidak akan aku sembunyikan. Sungguh seseorang hidup dalam keadaan bodoh, selain berma’rifah kepada hak-hak Allah, adalah lebih baik daripada seseorang mengatakan apa yang tidak dia ketahui ilmunya.”

Baca juga: Ekonom: Tangani Pandemi Sampai Tuntas, Baru Ekonomi Bisa Ngegas!


Pernah pula ketika beliau ditugaskan untuk membagikan harta sedekah kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Maka beliau melaksanakan sebaik mungkin dan memberikan bagian kepada yang benar-benar berhak atasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!