Detik-detik Wafatnya Rasulullah, Beliau Tinggalkan 2 Wasiat Ini

Minggu, 27 September 2020 - 08:15 WIB
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, para sahabat saling berpelukan. Sayyidah Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!".

Dan, berakhirlah hidup manusia paling mulia Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم. Kalimat kecintaan beliau terhadap umatnya, hingga beliau menginginkan semua siksa maut umatnya ditimpakan kepada beliau. Bukan hanya itu, ketika ajal sudah di tenggorokan Beliau masih memikirkan umatnya "Ummatii, ummatii, ummatiii".

Tinggalkan Dua Wasiat

Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم menahan sakitnya sakaratul maut, beliau masih sempat berpesan sebagai tanda cintanya kepada umatnya. "Uushiikum bissholaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)."

Dalam riwayat shahih, disebutkan:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها, أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ حُضِرَ جَعَلَ يَقُولُ « الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ».

"Ummu Salamah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika dalam keadaan sekarat bersabda: "Jagalah salat, jagalah salat, dan orang-orang lemah di antaramu". (HR Ahmad)

Betapa sayangnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada kita hingga beliau menekankan agar tidak meninggalkan dua perkara di atas. Dua perkara ini sama maknanya dengan ibadah vertikal (hablumminallah) dan ibadah sosial (hablumminannas). Salat merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala. Sedangkan 'menjaga orang-orang lemah' adalah ibadah mulia agar tidak berlaku zalim kepada sesama.

Adakah cinta kita sama besarnya seperti Rasulullah صلى الله عليه وسلم mencintai kita sebagai umatnya? Apa yang telah kita perbuat untuk beliau yang setiap malam mendoakan umatnya? Bukankah Beliau telah mengajarkan kita Tauhid dan kasih sayang Allah? Kalau bukan karena Beliau, tentulah kita tidak mengenal Islam, tidak mengenal iman dan Al-Qur'an. (Baca Juga: Kisah Mengharukan, Detik-detik Wafatnya Rasulullah SAW )

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيِّدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سيِّدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


"Ya Allah ya Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Nabi Muhammad dan akan keluarganya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!