Inilah Etika Persahabatan Sesuai Syariat

Minggu, 27 September 2020 - 18:16 WIB
[HR Ahmad]

(Baca juga : Tsarid, Menu Sehat yang Sering Dimasak Aisyah )

"Barangsiapa yang diinginkan Allah mendapat kebaikan, maka ia akan dikaruniai sahabat yang saleh, dimana saat ia lupa sahabatnya akan mengingatkannya dan saat ia ingat sahabatnya akan menolongnya." [HR Abu Dawud]

Al-Ghazali juga memberikan penjelasan tentang makna persaudaraan karena Allah dan keistimewaanya atas persaudaraan karena dunia. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Arwah-arwah itu tentara-tentara yang dimobilisir. Yang saling mengenal di antara mereka akan saling mengasihi, sedangkan yang tidak saling mengenal akan berselisih." [HR bukhari]

Juga sabda Rasulullah : "Sesungguhnya arwah dua orang mukmin akan bertemu dalam perjalanan sehari, (namun) di antara mereka tidak saling melihat satu sama lain sama sekali." [HR Ahmad]

(Baca juga : Sebanyak 3,2 Juta Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Covid-19 )

Ada seorang yang mencintai orang lain dikarenakan fisiknya yang cantik, ada pula yang dikarenakan saudaranya tersebut adalah sebuah media untuk mendapatkan satu tujuan yang berkaitan dengan kepentingan duniawi , atau karena ia menjadi media untuk mencapai kebhagiaan di akhirat.

Ada pula orang yang mencintai saudaranya hanya karena Allah, tidak bertujuan mengejar keuntungan dunia maupun akhirat, tetapi memang benar-benar mencintainya dikarenakan posisinya sebagai hamba Allah. Barangsiapa yang mencintai sesuatu karena (demi kebaikan) saudaranya, maka inilah yang disebut dengan persaudaraan karena Allah, sebagaimana yang dikatakan Majnun bin 'Amir dalam sya'irnya:

Aku melintasi rumah Laila, lalu aku cium dindingnya yang ini dan yang itu

Bukan rasa cinta kepada rumah itu yang menggelayuti hatiku,

tetapi rasa cinta kepada penghuninyalah yang membuatku berbuat seperti itu

(Baca juga : Menko Airlangga: Batang Bakal Produksi 1 Juta Ton Alumina )

Sebagaimana kita diperintahkan untuk mencintai karena Allah, kita juga diperintahkan untuk membenci karena-Nya. Barangsiapa yang mencintai seseorang karena ia adalah kekasih dari kekasihnya (maksudnya kekasih Allah) dan taat kepada-Nya, maka ia pun harus membenci musuhnya karena mereka durhaka kepada-Nya.

Etika Persahabatan

Dalam persahabatan terdapat etika dan hak yang harus dijaga. Imam al-Ghazali menjelaskan pentingnya etika yang harus diperhatikan dalam menjaga hubungan persahabatan ini, di antaranya:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!