4 Cara Agar Bisa Istiqamah dalam Ketaatan

Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:45 WIB
1. Istiqamah Berdasarkan Ilmu

Kita jangan bertahan dalam kesalahan (jumud, takhaluf). Karenanya kita harus banyak membaca, banyak mendengar, dan harus banyak tahu, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan selalu diback-up dengan data yang akurat. Semakin tinggi ilmu, maka akan semakin mampu berbuat istiqamah .

2. Membuat Jaringan Kebenaran (Sistem)

Untuk istiqamah kita harus membuat jaringan kebenaran (sistem). Kita tidak bisa benar sendiri, kita membutuhkan banyak teman. Di sinilah arti penting kita bergaul dengan orang-orang yang mampu mendorong kita untuk taat asas. Sebagai contoh, kita akan sulit untuk tidak merokok bila kita berada di lingkungan para perokok. Tapi sebaliknya, kita akan berhenti merokok di lingkungan orang-orang yang tidak suka merokok.

3. Memiliki Pengetahun tentang Resiko dan Hasil

Segala pengetahun tentang konsekuensi, akibat, reward, akan kita dapatkan dari sikap istiqamah . Apabila kita tahu resiko dan hasil, maka kita akan mampu bertahan dalam keistiqamahan itu. Contoh kenapa kita mau berlapar-lapar saat Ramadhan? Karena kita tahu bahwa Allah memberi ampunan dan jaminan surga kepada orang yang shaum di bulan tersebut. Jika kita tahu hasil dari apa yang kita lakukan, maka hal itu akan mempermudah kita untuk istiqamah . Kegamangan akan timbul bila kita tidak tahu gambaran akhir dari apa yang kita lakukan.

4. Mempertahankan Prinsip atau Komitmen dalam Menghadapi Resiko

Agar istiqamah , kita harus mampu mempertahankan prinsip atau komitmen dalam menghadapi resiko. Para sahabat sangat istiqamah dalam berjuang, walaupun sulit dan penuh bahaya, karena mereka tahu apa ujung dari cerita perjuangannya itu. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Wahai Rasul, kalau saya beriman kepada Allah dan engkau, dan saya berjuang untuk Islam, apa keuntungan yang saya dapatkan?" Beliau menjawab: "Di dunia kamu akan bahagia, dan di akhirat kamu akan mendapat surga". Sahabat itu kemudian berkata, "Wahai Rasul, dua hal itu sudah cukup bagi saya".

(Baca Juga: Amalan Kecil Tapi Istiqamah, Lebih Dicintai Allah Ta'ala )

Semoga Bermanfaat

Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!