Al-Qur'an dan Hadis Koreksi Penyelewengan Kisah Nabi Yunus di Taurat

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 08:02 WIB
Al-Qur'an secara nyata mengatakan bahwa penduduk kota di mana Yunus diutus kepada mereka adalah kaumnya, "Dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus?" (QS. Yunus: 98).

Bagaimana bisa mereka adalah kaum Yunus sementara dia dianggap orang asing bagi mereka? Ini adalah pemahaman yang jauh.

Baca juga: Aktivis KAMI Ditangkapi, Gatot Pastikan Pendampingan Sampai Proses Hukum Tuntas

Menurut Syaikh Umar, klaim Taurat bahwa Yunus menolak perintah Allah kepadanya agar pergi ke Ninaway adalah klaim yang salah. "Tidak mungkin bagi seorang Yunus yang diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk menolak perintah Allah kepadanya. Dan klaim Taurat bahwa Yunus naik perahu sebelum sampai di Ninaway adalah klaim yang salah pula. Hadis secara jelas menyatakan bahwa kejadian itu setelah dia pergi meninggalkan kaumnya karena azab yang tidak turun kepada mereka," tuturnya lagi.

Hadis menyatakan bahwa para penumpang perahu mengenal Yunus, tidak sebagaimana yang dinyatakan oleh Taurat bahwa mereka tidak mengenalnya. Hadis juga menyatakan bahwa Yunuslah yang meminta agar dilakukan undian, tidak sebagaimana yang dinyatakan oleh Taurat bahwa merekalah yang meminta itu.

Baca juga: Polisi Perlihatkan 9 Anggota KAMI, Politikus Demokrat Ini Menangis


Hadis menyatakan bahwa undian dilakukan tiga kali, bukan satu kali seperti yang dikatakan oleh Taurat. Hadis menyatakan bahwa Yunus melemparkan dirinya ke laut, tidak seperti Taurat yang menyatakan bahwa merekalah yang melemparkannya.

Taurat menyebutkan bahwa pada saat laut bergejolak Yunus sedang tidur nyenyak, ini tidak benar. Ini menjelek-jelekkan Nabi Yunus. Tidur nyenyak dalam situasi seperti ini bukanlah tabiat orang-orang besar.

Al-Qur'an membenarkan Taurat dalam beberapa hal, seperti ketika Yunus ditelan ikan besar. Akan tetapi Taurat tidak menyinggung bahwa Yunus mendengar tasbih batu-batu di lautan seperti disebutkan oleh hadis.

Baca juga: Petinggi KAMI Tersangka Hoaks, Apakah Redam Aksi Mahasiswa dan Buruh?


Dan doa yang dibaca oleh Yunus dalam Taurat bukanlah doa yang disebutkan oleh Al-Qur'an yang sesuai dengan kondisinya. Doa dalam Taurat yang tidak mengandung pengakuan terhadap kesalahannya.

Yang ada di dalam Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih adalah bahwa Yunus mengajak kaumnya, orang-orang Ninaway, tapi mereka menolak untuk beriman. Yunus mengancam mereka dengan azab dan kebinasaan.

Begitulah umat-umat para Rasul, mereka tidak diadzab kecuali jika hujjah telah tegak atas mereka. Adapun apa yang dinyatakan oleh Taurat bahwa Yunus datang memberitakan azab kepada mereka yang akan turun setelah empat puluh hari tanpa peringatan terlebih dahulu dan tanpa pergolakan panjang, menyelisihi apa yang sudah terbiasa dalam urusan dakwah para Rasul kepada kaum mereka.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Kembali Tegaskan 100 Persen KAMI Tidak Akan Menjadi Parpol


Taubat penduduk Ninaway dan kembalinya mereka kepada Allah yang disebutkan oleh Taurat dibenarkan oleh Al-Qur'an. Binatang ternak yang dipisahkan dari anak-anaknya yang disebutkan oleh Taurat juga dinyatakan benar oleh hadis.

Dan di dalam hal ini, Taurat memuat perincian yang mungkin saja benar, namun pengungkapan penyesalan Allah atas keburukan yang hendak dilakukannya kepada penduduk kota adalah pengungkapan yang buruk lagi salah. Yang benar adalah bahwa Allah menerima taubat mereka dan mengasihi mereka.

Taurat menyatakan bahwa Yunus marah terhadap rahmat Allah kepada penduduk kota lalu dia menyalahkan-Nya. Ini tidak benar. Yang benar adalah bahwa Yunus takut dibunuh karena azab Allah tidak turun menimpa mereka. Hukum pendusta di lingkungan mereka adalah dibunuh.

Yunus memperingatkan mereka dengan azab setelah empat puluh hari. Ini salah. Yang benar adalah setelah tiga hari sebagaimana termaktub di dalam hadis.

Baca juga: Gatot dan KAMI Dikaitkan dengan Partai Ummat, Loyalis Amien Rais Bilang Begini


Taurat menyatakan bahwa Allah menumbuhkan sebuah pohon labu bagi Yunus, dan bahwa pohon itu mongering hingga dia bersedih. Lalu Allah membuat perumpamaan dengannya: dia bersedih atas matinya sebuah pohon, tetapi tidak bersedih atas sebuah umat yang jumlahnya melebihi seratus ribu orang. Ini benar. Akan tetapi tidaklah benar bahwa Allah menumbuhkan pohon labu untuknya setelah dia memperingatkan kaumnya. Dan apa yang secara jelas dinyatakan oleh hadis dan oleh AlQur'an secara tersurat bahwa semua itu terjadi setelah Yunus dimuntahkan dari dalam perut ikan.

Di dalam Taurat tidak terdapat banyak perincian seperti termaktub di dalam Al-Qur'an dan hadis. Taurat tidak menyinggung sebab-sebab yang membuat Yunus pergi dari kotanya, yaitu karena takut dibunuh dikarenakan azab yang dijanjikannya tidak kunjung turun. Taurat tidak menyinggung bahwa Yunus dimuntahkan oleh ikan besar dalam keadaan sakit seperti anak burung tanpa bulu. Taurat juga tidak berbicara tentang seorang anak muda dengan perincian-perinciannya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!