Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin

Senin, 19 Oktober 2020 - 10:25 WIB
Kini ditinggalkan sebatang kara.

Tetapi, apa pun akibatnya

Aku tak akan melanggar janjiku kepada Allah.

Mendengar pembacaan sajak itu Salma merasa kasihan. Ia berkata: "Saya telah memohon kepada Allah kiranya pilihanku diterima-Nya, maka kuterima janjimu. Ia pun dilepaskan. Sekarang kuda Balqa' itu dikeluarkan dari kandang. Ia pergi dengan kuda itu berikut senjatanya.

Baca juga: Syahganda dan Jumhur Cs Disarankan Ajukan Praperadilan


Ia menyeruak ke tengah-tengah barisan dan sambil bertakbir ia memacu kudanya, kadang ke sayap kanan, kadangkala ke sayap kiri dengan menggunakan pedang membabati musuh-musuhnya. Orang tidak tahu, siapa pahlawan ini. Mereka mengira dia anak buah Hasyim bin Utbah.

Sa’ad bin Abi Waqqas yang melihatnya hanya dari gedung berkata: "Kalau tidak karena Abu Mihjan sekarang masih dalam penjara, tentu kukatakan, ini Abu Mihjan, dan itu Balqa' kudaku."

Baca juga: Jumhur Hidayat, Dari Dukung SBY, Jokowi Hingga Prabowo


Setelah selesai hari itu, ia kembali ke tempatnya semula dan kembali memasang belenggu di kakinya. Sa’ad masih penasaran. Ketika ia turun dan melihat kudanya basah oleh keringat, hal itu ditanyakannya.

Salma menceritakan segala yang sudah terjadi. Sa’ad merasa senang sekali dan Abu Mihjan pun dibebaskan.

Pertempuran hari itu berlangsung terus sampai malam hari dan pasukan Muslimin melihat ada peluang akan menang. Sampai berapa jauh kegembiraan mereka setelah itu kita dapat mengacu pada sumber-sumber para sejarawan. Mereka menyebutkan bahwa Qa'qa' sendiri ketika itu berhasil membunuh tiga puluh orang. Dengan tak adanya pasukan gajah itu pasukan Muslimin merasa diringankan, dan makin berani.

Baca juga: Anggap Syahganda dan Jumhur sebagai Gurunya, Arief Poyuono Minta Jokowi dan Megawati Lakukan Hal Ini


Sebaliknya pasukan Persia merasa dirinya bertambah lemah. Para sejarawan itu menambahkan bahwa sepupu-sepupu Qa'qa' menyelubungi seekor unta dan menutupi mukanya lalu disodorkan ke depan, yang oleh pasukan Persia dikira gajah. Pengaruhnya terhadap mereka ketika itu seperti pengaruh pasukan gajah terhadap pasukan Muslimin di Armas.

Melihat itu kuda Persia berlarian. Ketika itulah pasukan Muslimin mendapat kesempatan menghajar dan membantai anggota-anggota pasukan Persia. Begitu bersemangat sebagian anggota pasukan itu sampai-sampai ada yang menerobos masuk ke tengah-tengah barisan lawan dengan tujuan hendak membunuh Rustum.

Sesudah ia berada di dekatnya dan sudah siap menghantamkan pedangnya, dari pihak Persia ada yang tampil menghadang dan Rustum diselamatkan.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!