Zaid Bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan Al-Qur'an

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:16 WIB
Lama-kelamaan berita itu terdengar oleh bapak Zaid yang kebetulan juga tengah mencari anaknya. Setelah bertemu dan mengutarakan apa yang dia inginkan kepada Nabi, akhirnya beliau tidak bisa berkata apa-apa melainkan memberikan keputusan sepenuhnya kepada Zaid , yaitu antara memilih tinggal bersama Rasul atau pulang ke rumah orangtuanya. Zaid memutuskan untuk tetap tinggal bersama Nabi dan sejak itulah Nabi memproklamirkan Zaid sebagai anak angkatnya dengan nama Zaid bin Muhammad.

Status Zaid yang 'berorangtuakan' Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم hanya berlangsung beberapa tahun saja. Karena setelah itu Allah melarang praktik pengadopsian anak dengan cara seperti itu di dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 dan 37, serta menyatakan dengan tegas bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bukanlah bapak dari laki-laki muslim manapun dalam Surah Al-Ahzab ayat 40.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi." QS. Al-Ahzab: Ayat 37).

Setelah Allah menurunkan wahyu-Nya dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 yang menerangkan, anak-anak angkat tetap harus dipanggil dengan nama ayah kandung mereka, bukan ayah angkatnya. Saat itulah hubungan bapak dengan anak antara Rasulullah dengan Zaid pun terlepas. Kemudian mantan istri Zaid (Zainab binti Jahsy) dinikahi oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pada tahun ke-5 Hijriyah yang sebelumnya terlarang dalam tradisi Arab jahiliyah. (Baca Juga: Pernikahan Tak Lazim Dua Kali Sayyidah Zainab bin Jahsy )

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!