Ya Nabi Salam 'Alayka! Semua Malaikat Turun Bertasbih dan Berhala Pun Tumbang
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:30 WIB
Melihat itu, Abrahah melarang orang-orang ke Ka'bah sebagaimana dulu Qarun yang dengki melihat ummat lebih percaya Nabi Musa 'alaihis salam. Kemudian dia dan pasukan Gajahnya datang ke Makkah untuk menghancurkan Ka'bah.
Ketika itu, kakeknya Rasulullah , Abdul Muthalib, orang yang dihormati di Makkah didatangi oleh Suku Quraisy. Orang-orang Quraisy menyerah karena tidak ada yang bisa melawan tentara Abrahah yang begitu kuat. Ketika Abrahah mencuri unta-untanya, Abdul Muthalib mendatangi Abrahah bersama anaknya. Begitu bertemu Abdul Muthalib, wibawa Abrahah tiba-tiba hilang, dia sampai turun dari singgasananya.
Abdul Muthalib, pemimpin bangsa Quraisy adalah orang yang tidak ada takutnya. Kemudian Abdul Muthalib berkata: "Unta-unta saya telah diambil kembalikan, kenapa kamu mencuri unta?" Lalu Abrahah menjawab: "Karena kami ingin menghancurkan Ka'bah."
Abdul Muthalib menyadarkan Abrahah dengan mengatakan unta-unta itu milikku. Kalau Ka'bah itu punya Allah Ta'ala. Akhirnya Abrahah mengembalikan unta milik Abdul Muthalib, karena takutnya kepada Allah.
Singkat cerita, Abrahah yang saat itu belum sampai di Masjidil Haram (tidak sampai melihat Ka'bah), Allah Ta'ala mengirimkan burung Ababil yang melemparkan batu kerikil panas. Setiap batu itu dilempar oleh burung Ababil semuanya hancur seperti potongan daging yang dicincang. Dalam Surah Al-Fil diterangkan, Allah mengirim burung Ababil untuk melemparkan batu Sijjil (kerikil neraka) untuk menghancurkan bala tentara Abrahah.
Tak ada yang tersisa kecuali satu tentara yang tidak terkena batu panas itu. Kemudian dia kabur ke Yaman dan menceritakan peristiwa kepada orang-orang Yaman. Subhanallah, tak lama kemudian Burung Ababil itu datang ke Yaman dan tentara itu mati mengenaskan di depan orang-orang Yaman. Begitulah kesudahan orang-orang zalim yang ingin menghancurkan Baitullah. (Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain )
Lahir dari Keturunan Terbaik
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dilahirkan dari keturunan terbaik di muka bumi. Dipilih dari putra Ibrahim, dipilih dari bangsa Quraisy dan keturunan terbaik dari bani Hasyim. Kakeknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bukan orang sembarangan sampai ke atas, semuanya pemimpin dari pemimpin.
Hasyim itu salah satu orang Quraisy yang pertama mengajak orang Quraisy dagang. Orang Quraisy kebiasaannya di musim dingin dengan musim panas berdagang. Kalau musim dingin mereka ke Yaman, sedangkan musim panas mereka berdagang ke negeri Syam (Palestina, Syria, Yordania, Lebanon). Yang punya ide berdagang pertama kali adalah Hasyim, kakeknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Hasyim mengajak beberapa pemuda dagang ke negeri Syam. Pulangnya membawa gandum dan makanan itu dibagikan oleh Hasyim secara gratis ke penduduk Makkah. Hal ini menjadi kebiasaan orang-orang Makkah berdagang ke negeri Syam dan Yaman.
Ketika itu, kakeknya Rasulullah , Abdul Muthalib, orang yang dihormati di Makkah didatangi oleh Suku Quraisy. Orang-orang Quraisy menyerah karena tidak ada yang bisa melawan tentara Abrahah yang begitu kuat. Ketika Abrahah mencuri unta-untanya, Abdul Muthalib mendatangi Abrahah bersama anaknya. Begitu bertemu Abdul Muthalib, wibawa Abrahah tiba-tiba hilang, dia sampai turun dari singgasananya.
Abdul Muthalib, pemimpin bangsa Quraisy adalah orang yang tidak ada takutnya. Kemudian Abdul Muthalib berkata: "Unta-unta saya telah diambil kembalikan, kenapa kamu mencuri unta?" Lalu Abrahah menjawab: "Karena kami ingin menghancurkan Ka'bah."
Abdul Muthalib menyadarkan Abrahah dengan mengatakan unta-unta itu milikku. Kalau Ka'bah itu punya Allah Ta'ala. Akhirnya Abrahah mengembalikan unta milik Abdul Muthalib, karena takutnya kepada Allah.
Singkat cerita, Abrahah yang saat itu belum sampai di Masjidil Haram (tidak sampai melihat Ka'bah), Allah Ta'ala mengirimkan burung Ababil yang melemparkan batu kerikil panas. Setiap batu itu dilempar oleh burung Ababil semuanya hancur seperti potongan daging yang dicincang. Dalam Surah Al-Fil diterangkan, Allah mengirim burung Ababil untuk melemparkan batu Sijjil (kerikil neraka) untuk menghancurkan bala tentara Abrahah.
Tak ada yang tersisa kecuali satu tentara yang tidak terkena batu panas itu. Kemudian dia kabur ke Yaman dan menceritakan peristiwa kepada orang-orang Yaman. Subhanallah, tak lama kemudian Burung Ababil itu datang ke Yaman dan tentara itu mati mengenaskan di depan orang-orang Yaman. Begitulah kesudahan orang-orang zalim yang ingin menghancurkan Baitullah. (Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain )
Lahir dari Keturunan Terbaik
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dilahirkan dari keturunan terbaik di muka bumi. Dipilih dari putra Ibrahim, dipilih dari bangsa Quraisy dan keturunan terbaik dari bani Hasyim. Kakeknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bukan orang sembarangan sampai ke atas, semuanya pemimpin dari pemimpin.
Hasyim itu salah satu orang Quraisy yang pertama mengajak orang Quraisy dagang. Orang Quraisy kebiasaannya di musim dingin dengan musim panas berdagang. Kalau musim dingin mereka ke Yaman, sedangkan musim panas mereka berdagang ke negeri Syam (Palestina, Syria, Yordania, Lebanon). Yang punya ide berdagang pertama kali adalah Hasyim, kakeknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Hasyim mengajak beberapa pemuda dagang ke negeri Syam. Pulangnya membawa gandum dan makanan itu dibagikan oleh Hasyim secara gratis ke penduduk Makkah. Hal ini menjadi kebiasaan orang-orang Makkah berdagang ke negeri Syam dan Yaman.