Hafshah binti Umar, Penjaga Al-Qur'an yang Ahli Puasa dan Salat Malam
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 12:34 WIB
Tak berputus asa, berlanjut perjalanan menemui Utsman ibnu Affan. Diutarakan niat mulia itu. Namun sekali lagi, hatinya harus menelan kekecewaan. “Saya belum bersedia menikah dengan siapapun saat ini,” jawabnya.
Sebagai menantu Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam, Utsman adalah lelaki yang setia hanya kepada seorang istri. Istrinya bernama Ruqayyah merupakan putri Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Beliau Shallahu‘alaihi wa sallam tidak merelakan putri-putrinya dimadu selagi masih hidup. Demikian kasih sayang seorang ayah yang memahami betapa berat hidup bermadu yang bisa membawa agama seseorang perempuan kepada ujian. Sehingga dalam Islam, poligami itu rukhsah (keringanan) bila ada keperluan mendesak, bukanlah anjuran agama. Apabila Ruqayyah meninggal, Utsman masih rela sendiri.
Ditolak dua orang sahabat membuat Umar RA sakit hati. Diadukan kesedihannya kepada Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Beliau Shallahu‘alaihi wa sallam menghiburnya, “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Utsman. Demikian pula Utsman akan bernikah dengan perempuan yang lebih baik daripada Hafshah.”
(Baca juga : IDI Ingatkan Pemberian Vaksin Covid-19 Tidak Boleh Tergesa-gesa )
Tidak lama, Hafshah dipinang oleh Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Umar menikahkan puterinya dengan suka cita. (HR Bukhari). Sementara, Rasulullah menikahkan Utsman dengan puterinya Ummu Kultsum, setelah kepergian Ruqayyah.
Hafshah dimuliakan sebagai Ummul Mukminin pada tahun ke-3 hijriah, sebelum Perang Uhud. Rasulullah memberinya mahar sebanyak 400 dirham. Kesedihan Hafsah terobati karena Allah menggantinya dengan anugerah suami terbaik di dunia. Itulah balasan indah bagi insan yang tabah mengarungi ujian hidup.
Rasulullah sangat adil dalam gilirannya dan nafkah zahir. Namun, sebagai seorang perempuan, Hafshah tahu cinta Beliau amat cenderung kepada Aisyah selepas Khadijah. Hafshah mendekati Aisyah dalam usaha menarik perhatian suami. Sebuah pasangan yang pas, sama-sama masih muda. Hafsah dan Aisyah pernah bersepakat untuk mengurangkan masa Rasulullah di rumah Zainab binti Jahsy.
(Baca juga : Libur Panjang, 509.140 Kendaraan Tinggalkan Jakarta )
Dikisahkan bahwa Zainab binti Jahsy menghidangkan madu untuk Rasulullah dan beliau menikmatinya. Hafsah melihat dan menceritakan kepada Aisyah, sehingga mereka berdua terbakar cemburu. Diaturlah sebuah rencana apabila Rasulullah masuk ke rumah salah seorang daripada mereka, akan dikatakan bahwa bau mulut Rasulullah seperti bau maghafiir (sejenis makanan berbau tidak enak). (HR Bukhari, no. 4912 dan muttafaq a’laih).
Hafshah juga pernah membuka rahasia Rasulullah SAW kepada Aisyah karena kecemburuaannya. Rasulullah berusaha sebisa mungkin memenangi hati istri-istrinya. Ini merupakan sebuah hal yang amat sulit. Dalam kelembutan sikap, Nabi tetap berkerja keras untuk sebuah keadilan. Namun, tatkala cemburu yang fitrah sudah bertukar menjadi fitnah atau ujian, Allah menegur perilaku istri-istri Beliau di dalam Surah at-Tahrim.
Demikian pedihnya cemburu bahkan perempuan yang paling berimanpun sukar mengendalikannya hingga mendapat teguran langsung dari Allah Ta’ala. Kisah mereka ini Allah abadikan hingga akhir zaman yang terekam di dalam Al-Qur'an. Semoga kita mengambil pengajaran.
(Baca juga : Lionel Messi dan Guardiola Jadi Bahan Kampanye Capres Barcelona )
Cinta Teruji
Usaha keras Hafshah radhiyallahu’anha untuk menyenangkan suaminya sudah berbalik menjadi perkara yang menyusahkan Nabi. Menurut Rasulullah, Hafsah perlu diberi pengajaran. Rasulullah menceraikan Hafsah talak satu. Dunia bagaikan tertutup awan gelap. Diceraikan suami yang juga adalah Nabi Allah menyiksakan batinnya.
Sebagai menantu Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam, Utsman adalah lelaki yang setia hanya kepada seorang istri. Istrinya bernama Ruqayyah merupakan putri Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Beliau Shallahu‘alaihi wa sallam tidak merelakan putri-putrinya dimadu selagi masih hidup. Demikian kasih sayang seorang ayah yang memahami betapa berat hidup bermadu yang bisa membawa agama seseorang perempuan kepada ujian. Sehingga dalam Islam, poligami itu rukhsah (keringanan) bila ada keperluan mendesak, bukanlah anjuran agama. Apabila Ruqayyah meninggal, Utsman masih rela sendiri.
Ditolak dua orang sahabat membuat Umar RA sakit hati. Diadukan kesedihannya kepada Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Beliau Shallahu‘alaihi wa sallam menghiburnya, “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Utsman. Demikian pula Utsman akan bernikah dengan perempuan yang lebih baik daripada Hafshah.”
(Baca juga : IDI Ingatkan Pemberian Vaksin Covid-19 Tidak Boleh Tergesa-gesa )
Tidak lama, Hafshah dipinang oleh Rasulullah Shallahu‘alaihi wa sallam. Umar menikahkan puterinya dengan suka cita. (HR Bukhari). Sementara, Rasulullah menikahkan Utsman dengan puterinya Ummu Kultsum, setelah kepergian Ruqayyah.
Hafshah dimuliakan sebagai Ummul Mukminin pada tahun ke-3 hijriah, sebelum Perang Uhud. Rasulullah memberinya mahar sebanyak 400 dirham. Kesedihan Hafsah terobati karena Allah menggantinya dengan anugerah suami terbaik di dunia. Itulah balasan indah bagi insan yang tabah mengarungi ujian hidup.
Rasulullah sangat adil dalam gilirannya dan nafkah zahir. Namun, sebagai seorang perempuan, Hafshah tahu cinta Beliau amat cenderung kepada Aisyah selepas Khadijah. Hafshah mendekati Aisyah dalam usaha menarik perhatian suami. Sebuah pasangan yang pas, sama-sama masih muda. Hafsah dan Aisyah pernah bersepakat untuk mengurangkan masa Rasulullah di rumah Zainab binti Jahsy.
(Baca juga : Libur Panjang, 509.140 Kendaraan Tinggalkan Jakarta )
Dikisahkan bahwa Zainab binti Jahsy menghidangkan madu untuk Rasulullah dan beliau menikmatinya. Hafsah melihat dan menceritakan kepada Aisyah, sehingga mereka berdua terbakar cemburu. Diaturlah sebuah rencana apabila Rasulullah masuk ke rumah salah seorang daripada mereka, akan dikatakan bahwa bau mulut Rasulullah seperti bau maghafiir (sejenis makanan berbau tidak enak). (HR Bukhari, no. 4912 dan muttafaq a’laih).
Hafshah juga pernah membuka rahasia Rasulullah SAW kepada Aisyah karena kecemburuaannya. Rasulullah berusaha sebisa mungkin memenangi hati istri-istrinya. Ini merupakan sebuah hal yang amat sulit. Dalam kelembutan sikap, Nabi tetap berkerja keras untuk sebuah keadilan. Namun, tatkala cemburu yang fitrah sudah bertukar menjadi fitnah atau ujian, Allah menegur perilaku istri-istri Beliau di dalam Surah at-Tahrim.
Demikian pedihnya cemburu bahkan perempuan yang paling berimanpun sukar mengendalikannya hingga mendapat teguran langsung dari Allah Ta’ala. Kisah mereka ini Allah abadikan hingga akhir zaman yang terekam di dalam Al-Qur'an. Semoga kita mengambil pengajaran.
(Baca juga : Lionel Messi dan Guardiola Jadi Bahan Kampanye Capres Barcelona )
Cinta Teruji
Usaha keras Hafshah radhiyallahu’anha untuk menyenangkan suaminya sudah berbalik menjadi perkara yang menyusahkan Nabi. Menurut Rasulullah, Hafsah perlu diberi pengajaran. Rasulullah menceraikan Hafsah talak satu. Dunia bagaikan tertutup awan gelap. Diceraikan suami yang juga adalah Nabi Allah menyiksakan batinnya.
Lihat Juga :