Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:40 WIB
Dalam kesengsaraan dan malapetaka kehidupan, kesulitan dan kesukaran dunia ini, nampak dengan terang, jelas dan nyata bahwa kedudukan syariat kita yang berkilau semata-mata untuk memperbaiki budi pekerti dan tingkah laku. Menyucikan jiwa dan rohani agar dengannya tercapai intisari perasaan yang lembut, kesucian iman, dan puncak kebaikan yang beragam, yang dapat merealisasikan makna yang paling agung dan bentuk yang paling sempurna.
Semuanya baik perkataan, maupun perbuatan, telah terpatri pada petunjuk dan pribadi penutup para Nabi, pemimpin orang-orang suci, Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم. Sejak lebih dari 14 abad dari diutusnya pemimpin para Rasul 'alaihimush-shalatu wassalam, dan pribadinya yang elok lagi berseri-seri, mengharumkan dunia dengan hakikat kemegahan dan keindahan, kekaguman dan kehebatan, hikmah yang diekpresikan melaui ucapan dan perbuatan.
Keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi-Nya dari pribadi yang agung, keutamaan, akhlak dan pilihan yang teliti, tidak hanya dituangkan melalui pena, tinta dan kertas. Tapi tetap disuarakan dan digerakkan melalui menara serta mengguncang tiang-tiang mimbar. Cukuplah baginya firman Rabb kita yang Maha Agung:
"Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu." [QS asy-Sarh: 4]
(Baca Juga: PBB Turut Kecam Perilisan Karikatur Nabi Muhammad )
Kepribadian Agung Nabi Muhammad
Dalam seruannya, Syaikh as-Sudais juga mengungkap kepribadian agung Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Semuanya mengandung kebaikan, baik yang kecil, maupun yang besar, keseluruhannya petunjuk dan semuanya keadilan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم memiliki bentuk fisik dan karakter yang begitu indah.
Adapun bentuk fisik beliau adalah kulitnya cerah, sosok lelaki yang tampan, wajahnya bersinar, ganteng, hitam bola matanya hitam, bulu matanya lebat dan lentik, suaranya berwibawa, lehernya bersih bercahaya, rambutnya hitam pekat, jika diam berwibawa, jika berbicara tutur katanya indah, manusia paling indah dipandang dari jauh, dan paling bagus dipandang dari dekat, manis bicaranya dan jelas tidak terlalu singkat serta tidak bertele-tele bahkan seperti untaian mutiara.
Postur tubuhnya sedang tingginya, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi sehingga diremehkan orang lain, jenggotnya lebat, kedua pundaknya kekar, telapak tangan dan telapak kakinya lebar, perawakannya sedang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dan rambutnya bergelombang. Jika Rasulullah صلى الله عليه وسلم berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar dari celah-celah gigi serinya.
Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Barra' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau ditanya: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wajahnya seperti pedang?' Beliau menjawab: 'Tidak, tapi seperti bulan'. Lalu beliau berkata, ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya." [HR Al-Bukhari]
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: " Nabi صلى الله عليه وسلم tidak tinggi dan tidak pula pendek, telapak tangan dan kakinya terasa tebal, kepala beliau besar, demikian pula tulang sendinya. Jika beliau berjalan, jalannya pantas seakan-akan sedang turun ke tempat yang rendah. Aku tidak pernah melihat orang semisal beliau, baik sebelumnya, maupun sesudahnya."
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Aku melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada malam bulan purnama. Ketika itu beliau memakai pakaian merah. Aku berganti-ganti memandang antara beliau dengan bulan, ternyata beliau lebih indah daripada bulan."
Semuanya baik perkataan, maupun perbuatan, telah terpatri pada petunjuk dan pribadi penutup para Nabi, pemimpin orang-orang suci, Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم. Sejak lebih dari 14 abad dari diutusnya pemimpin para Rasul 'alaihimush-shalatu wassalam, dan pribadinya yang elok lagi berseri-seri, mengharumkan dunia dengan hakikat kemegahan dan keindahan, kekaguman dan kehebatan, hikmah yang diekpresikan melaui ucapan dan perbuatan.
Keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi-Nya dari pribadi yang agung, keutamaan, akhlak dan pilihan yang teliti, tidak hanya dituangkan melalui pena, tinta dan kertas. Tapi tetap disuarakan dan digerakkan melalui menara serta mengguncang tiang-tiang mimbar. Cukuplah baginya firman Rabb kita yang Maha Agung:
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
"Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu." [QS asy-Sarh: 4]
(Baca Juga: PBB Turut Kecam Perilisan Karikatur Nabi Muhammad )
Kepribadian Agung Nabi Muhammad
Dalam seruannya, Syaikh as-Sudais juga mengungkap kepribadian agung Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Semuanya mengandung kebaikan, baik yang kecil, maupun yang besar, keseluruhannya petunjuk dan semuanya keadilan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم memiliki bentuk fisik dan karakter yang begitu indah.
Adapun bentuk fisik beliau adalah kulitnya cerah, sosok lelaki yang tampan, wajahnya bersinar, ganteng, hitam bola matanya hitam, bulu matanya lebat dan lentik, suaranya berwibawa, lehernya bersih bercahaya, rambutnya hitam pekat, jika diam berwibawa, jika berbicara tutur katanya indah, manusia paling indah dipandang dari jauh, dan paling bagus dipandang dari dekat, manis bicaranya dan jelas tidak terlalu singkat serta tidak bertele-tele bahkan seperti untaian mutiara.
Postur tubuhnya sedang tingginya, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi sehingga diremehkan orang lain, jenggotnya lebat, kedua pundaknya kekar, telapak tangan dan telapak kakinya lebar, perawakannya sedang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dan rambutnya bergelombang. Jika Rasulullah صلى الله عليه وسلم berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar dari celah-celah gigi serinya.
Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Barra' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau ditanya: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wajahnya seperti pedang?' Beliau menjawab: 'Tidak, tapi seperti bulan'. Lalu beliau berkata, ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya." [HR Al-Bukhari]
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: " Nabi صلى الله عليه وسلم tidak tinggi dan tidak pula pendek, telapak tangan dan kakinya terasa tebal, kepala beliau besar, demikian pula tulang sendinya. Jika beliau berjalan, jalannya pantas seakan-akan sedang turun ke tempat yang rendah. Aku tidak pernah melihat orang semisal beliau, baik sebelumnya, maupun sesudahnya."
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Aku melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada malam bulan purnama. Ketika itu beliau memakai pakaian merah. Aku berganti-ganti memandang antara beliau dengan bulan, ternyata beliau lebih indah daripada bulan."
Lihat Juga :