Dosa yang Diremehkan Perempuan: Menyakiti Tetangga dengan Lisan
Senin, 16 November 2020 - 06:37 WIB
Dari Miqdad bin al-Aswad diriwayatkan bahwa ia berkata, “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bertanya kepada para sahabat tentang (hukum) zina ?” Mereka menjawab,”Haram, Allah dan RasulNya telah mengharamkannya.” Kemudian beliau bersabda, “Seseorang berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan (dosanya) dibandingkan seseorang yang berzina dengan istri tetangganya.” Lalu beliau bertanya tentang (hukum) mencuri. Para sahabat menjawab, “Haram, Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya.” Kemudian beliau bersabda,”Seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah itu lebih ringan (dosanya) dibandingkan seseorang yang mencuri dari rumah tetangganya.” (Shahih Adabil Mufrod)
(Baca juga : Donald Trump Akhirnya Akui Biden Menang Pilpres AS )
Perempuan yang suka menyakiti tetangganya dan meremehkan hak-hak mereka, berarti imannya lemah dan agamanya tipis. Dia perlu mengevaluasi dirinya dan mengintropeksi hati nuraninya sebelum ia berdiri di hadapan Allah, Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Besar. Lalu akan menanyakan tentang tetangganya dan sejauh mana dia telah berbuat baik kepadanya, serta penyebab dia selalu meremehkan atau berbuat zalim kepada tetangganya.
(Baca juga : Kriminolog: Kriminalitas Tinggi Disebabkan Faktor Ekonomi Bukan Alkohol )
Dari Abdullah bin Musawir diriwayatkan bahwa ia berkata : Aku pernah mendengar Ibnu Abbas bercerita kepada Ibnu Zubair, katanya : Aku pernah mendengar Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ
Bukanlah termasuk seorang mukmin orang yang kekenyangan sementara tetangganya kelaparan (Shahih Adabil Mufrad, hal. 67, no. 82 dan Ash-Shahihah (149)
(Baca juga : BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara )
Dari Ibnu Umar diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda,
“Barangsiapa banyak tetangga yang sangat bergantung kepada tetangganya yang lain. Ia akan berkata, ‘Wahai Rabb, tanyakanlah kepadanya kenapa menutup pintunya dariku dan tidak berbuat baik kepadaku ?” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Makarimul Akhlak dan al-Ashbahani dalam At-Targhib. Lihat As-Silsilatus Shahihah, (I-VI/302) (2646)
Wallahu A’lam
(Baca juga : Donald Trump Akhirnya Akui Biden Menang Pilpres AS )
Perempuan yang suka menyakiti tetangganya dan meremehkan hak-hak mereka, berarti imannya lemah dan agamanya tipis. Dia perlu mengevaluasi dirinya dan mengintropeksi hati nuraninya sebelum ia berdiri di hadapan Allah, Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Besar. Lalu akan menanyakan tentang tetangganya dan sejauh mana dia telah berbuat baik kepadanya, serta penyebab dia selalu meremehkan atau berbuat zalim kepada tetangganya.
(Baca juga : Kriminolog: Kriminalitas Tinggi Disebabkan Faktor Ekonomi Bukan Alkohol )
Dari Abdullah bin Musawir diriwayatkan bahwa ia berkata : Aku pernah mendengar Ibnu Abbas bercerita kepada Ibnu Zubair, katanya : Aku pernah mendengar Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ
Bukanlah termasuk seorang mukmin orang yang kekenyangan sementara tetangganya kelaparan (Shahih Adabil Mufrad, hal. 67, no. 82 dan Ash-Shahihah (149)
(Baca juga : BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara )
Dari Ibnu Umar diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda,
“Barangsiapa banyak tetangga yang sangat bergantung kepada tetangganya yang lain. Ia akan berkata, ‘Wahai Rabb, tanyakanlah kepadanya kenapa menutup pintunya dariku dan tidak berbuat baik kepadaku ?” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Makarimul Akhlak dan al-Ashbahani dalam At-Targhib. Lihat As-Silsilatus Shahihah, (I-VI/302) (2646)
Wallahu A’lam
(wid)
Lihat Juga :