Syarat dan Adab Berzikir yang Sering Terlewatkan
Rabu, 02 Desember 2020 - 18:22 WIB
1. Tidak mengerjakan zikir-zikir yang sunnah sementara amalan yang wajib belum dikerjakan.
Hal demikian masih sering dilakukan oleh banyak orang. Dibanding amalan sunnah, tentu amalan wajib lebih utama. Oleh karenanya sebaiknya tidak mengerjakan dzikir sunnah jika belum mengerjakan amalan yang wajib.
Amalan wajib yang dimaksud di antaranya, menuntut ilmu, menunaikan shalah qadha ketika memiliki utang shalat, dan amalan wajib lainnya.
(Baca juga : Nasehat Menghadapi Ujian dan Fitnah Akhir Zaman )
2. Tidak mengubah lafadz zikir atau mengganti huruf, serta membaca sesuai dengan panjang dan pendeknya.
Memang, membaca bacaan arab dengan tajwid hanya diwajibkan ketika membaca Al Qur’an saja. Namun sebagai adab, hendaknya kita juga memperhatikan panjang-pendek, lafadz, serta hurufnya. Terlebih lagi bila lafdz terseubt bersumber dari Al Qur’an.
3. Paham akan makna dan arti dari zikir yang dibaca
Ketika kita tahu makna dan arti dari zikir yang dipanjatkan, maka kita akan lebih menghayati dan meresapinya. Dengan begitu pula, zikir kita tidak hanya jadi ibadah dengan mulut saja tapi juga dengan hati.
(Baca juga : DPR Pertimbangkan Penerapan Dwi Kewarganegaraan di Indonesia )
4. Makan makanan halal
Adab selanjutnya meliputi makanan yang masuk ke tubuh kita. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ada seorang yang gemar berzikir namun makanan dan pakaiannya haram. Orang yang demikianlah yang doa dan dzikirnya tidak dikabulkan Allah.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah memerintahkan orang-orang mukmin sebagaimana yang telah diperintahkan kepada para rasul.” Lalu Allah berfirman, “Wahai para rasul, makanlah hal-hal yang baik, bekerjalah dengan benar sesungguhnya Aku Mahatahu dengan apa yang kalian kerjakan.” Dan Allah pun berfirman, “Wahai orang beriman makanlah hal baik yang telah Kami berikan pada kalian.” (QS. Al Baqarah: 172).
Hal demikian masih sering dilakukan oleh banyak orang. Dibanding amalan sunnah, tentu amalan wajib lebih utama. Oleh karenanya sebaiknya tidak mengerjakan dzikir sunnah jika belum mengerjakan amalan yang wajib.
Amalan wajib yang dimaksud di antaranya, menuntut ilmu, menunaikan shalah qadha ketika memiliki utang shalat, dan amalan wajib lainnya.
(Baca juga : Nasehat Menghadapi Ujian dan Fitnah Akhir Zaman )
2. Tidak mengubah lafadz zikir atau mengganti huruf, serta membaca sesuai dengan panjang dan pendeknya.
Memang, membaca bacaan arab dengan tajwid hanya diwajibkan ketika membaca Al Qur’an saja. Namun sebagai adab, hendaknya kita juga memperhatikan panjang-pendek, lafadz, serta hurufnya. Terlebih lagi bila lafdz terseubt bersumber dari Al Qur’an.
3. Paham akan makna dan arti dari zikir yang dibaca
Ketika kita tahu makna dan arti dari zikir yang dipanjatkan, maka kita akan lebih menghayati dan meresapinya. Dengan begitu pula, zikir kita tidak hanya jadi ibadah dengan mulut saja tapi juga dengan hati.
(Baca juga : DPR Pertimbangkan Penerapan Dwi Kewarganegaraan di Indonesia )
4. Makan makanan halal
Adab selanjutnya meliputi makanan yang masuk ke tubuh kita. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ada seorang yang gemar berzikir namun makanan dan pakaiannya haram. Orang yang demikianlah yang doa dan dzikirnya tidak dikabulkan Allah.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah memerintahkan orang-orang mukmin sebagaimana yang telah diperintahkan kepada para rasul.” Lalu Allah berfirman, “Wahai para rasul, makanlah hal-hal yang baik, bekerjalah dengan benar sesungguhnya Aku Mahatahu dengan apa yang kalian kerjakan.” Dan Allah pun berfirman, “Wahai orang beriman makanlah hal baik yang telah Kami berikan pada kalian.” (QS. Al Baqarah: 172).
Lihat Juga :