Canda Ala Sufi: Selamat karena Saran Seorang Teman
Rabu, 09 Desember 2020 - 06:44 WIB
Setiapkali Nashruddin merasakan pukulan, dia selalu berkata dengan suara lirih, "Syukur alhamdulillah."
Tak lama kemudian, ucapan Nashruddin itu terdengar Taimulank sehingga dia tersentak dan kaget lalu berkata padanya, "Hai, dalam keadaan seperti ini, mengapa engkau malah bersyukur?"
Nashruddin menjawab, "Benar baginda, ketika berangkat dari rumah, aku membawa hadiah untuk baginda berupa satu keranjang buah Syamandar. Di tengah jalan, saya bertemu dengan teman saya. Dia menyarankan kepada saya agar mengganti buah itu dengan buah tin; karena menurutnya lebih cocok untuk baginda. Beruntung saya mau menuruti sarannya. Coba kalau tidak, tentu kepala saya akan memar, mata saya akan buta, dan hidung saya akan pecah dihantam buah Syamandar. Jadi, seharusnyalah saya bersyukur kepada Allah atas pertolonganNya yang gaib ini."
===
Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
Tak lama kemudian, ucapan Nashruddin itu terdengar Taimulank sehingga dia tersentak dan kaget lalu berkata padanya, "Hai, dalam keadaan seperti ini, mengapa engkau malah bersyukur?"
Nashruddin menjawab, "Benar baginda, ketika berangkat dari rumah, aku membawa hadiah untuk baginda berupa satu keranjang buah Syamandar. Di tengah jalan, saya bertemu dengan teman saya. Dia menyarankan kepada saya agar mengganti buah itu dengan buah tin; karena menurutnya lebih cocok untuk baginda. Beruntung saya mau menuruti sarannya. Coba kalau tidak, tentu kepala saya akan memar, mata saya akan buta, dan hidung saya akan pecah dihantam buah Syamandar. Jadi, seharusnyalah saya bersyukur kepada Allah atas pertolonganNya yang gaib ini."
===
Dinukil dari karya Nashruddin dengan judul asli Nawadhir Juha al-Kubra dan diterjemahkan oleh Muhdor Assegaf dengan judul " Canda Ala Sufi Nashruddin "
(mhy)
Lihat Juga :