Saat Nabi Yusuf Terjepit, Beliau Selamat Berkat Burhan Tuhan
Minggu, 13 Desember 2020 - 11:26 WIB
"Tidak sampai hati rasanya saya mengecewakan ayah yang demikian saleh dan baik," demikian yang akan terekam dalam pikiran dan benak seorang anak. Sehingga, ia bisa mengambil sikap tegas menolak segala bentuk maksiat.
(Baca Juga: Dzulqarnain: Teladan Bagi Para Pemimpin)
Masalahnya adalah ayah-ayah moderen sekarang seringkali tidak hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Maka, bagaimana bisa anak-anak menghadirkan burhan itu karena tidak ada kesan kesalehan sama sekali dalam diri ayahnya? Ini berbahaya sekali. Maka, ayah hadirlah dalam kehidupan anak-anak karena Anda adalah burhan Tuhan di bumi.
Mendidik adalah proses menjadi. Karenanya, ia tiada henti dan terus-menerus. Maka, ayah (dan juga ibu) jangan pernah lelah untuk mendidik anak-anak Anda. Semoga kelak anak-anak Anda menjadi permata yang menyejukkan hati dan syafaat di akhirat kelak yang mengangkat derajat ayah dan ibunya. Selamat mendidik!
(Baca Juga: Doa yang Diajarkan Rasulullah Ketika Fitnah Merajalela)
(Baca Juga: Dzulqarnain: Teladan Bagi Para Pemimpin)
Masalahnya adalah ayah-ayah moderen sekarang seringkali tidak hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Maka, bagaimana bisa anak-anak menghadirkan burhan itu karena tidak ada kesan kesalehan sama sekali dalam diri ayahnya? Ini berbahaya sekali. Maka, ayah hadirlah dalam kehidupan anak-anak karena Anda adalah burhan Tuhan di bumi.
Mendidik adalah proses menjadi. Karenanya, ia tiada henti dan terus-menerus. Maka, ayah (dan juga ibu) jangan pernah lelah untuk mendidik anak-anak Anda. Semoga kelak anak-anak Anda menjadi permata yang menyejukkan hati dan syafaat di akhirat kelak yang mengangkat derajat ayah dan ibunya. Selamat mendidik!
(Baca Juga: Doa yang Diajarkan Rasulullah Ketika Fitnah Merajalela)
(rhs)
Lihat Juga :