Rasul-Rasul Diutus Allah Ta'ala Agar Bangsa-Bangsa Beristighfar

Kamis, 17 Desember 2020 - 05:00 WIB
Ilustrasi/SINDOnews
Istighfar adalah meminta ampunan. Atau menghapus dosa dan menghilangkan bekasnya, serta menjaga dari keburukannya. (Baca juga: Taubat Sebagai Jalan Keluar Masalah )

Ibnu Qayyim berkata, hakikat maghfirah adalah menjaga keburukan dosa. Di antaranya adalah mighfar, yaitu alat yang menjaga kepala dari kecelakaan [Madarij Salikin juz 1 / 308].

Ampunan itu hanya diminta kepada Allah SWT saja, karena di antara nama-Nya adalah "al Ghafuur", "al Ghaffaar", serta "Ghaafir adz Dzanb". Dan di antara sifat-sifat Allah SWT adalah:

"Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." [QS. az-Zumar: 53]

Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul at Taubat Ila Allah mengatakan Al-Quran menyampaikan kepada kita bahwa Rasul-rasul Allah yang diutus kepada bangsa-bangsa diprintahkan untuk beristighfar. Secara sendiri atau bersamaan.

Seperti disebutkan al-Quran tentang Nabi Nuh dan dakwahnya kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun- , niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." [QS Nuh: 10-12]

Baca juga: Taubatnya Perempuan Pezina


Dan seperti Allah SWT menyebutkan tentang Nabi Huud dan dakwahnya kepada kaum Aad, yaitu ia berkata:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!