Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (7/Tamat)

Rabu, 16 Desember 2020 - 21:13 WIB
Kemudian ia melantunkan syair:

"Ketika hatiku mengeras, dan jalanku menyempit, maka aku jadikan harapanku, sebagai tangga tuk menggapai ampuan-Mu. Dosaku begitu besar, Tapi, saat aku bandingkan dengan ampunan-Mu Tuhan, tentu ampunan-Mu jauh lebih besar. Engkau selalu ampuni dosa, selalu bermurah maafkan kesalahan dan Engkau maafkan. Karena nikmat dan kemurahan-Mu. Tanpa Engkau, tak beda antara hamba dan Iblis. Bagaimanakah Adam, insan pilihan-Mu, juga telah digoda oleh Iblis?"

[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (Bagian 5)]



Ketika Ahmad bin Hadhrawaih hendak meninggal, ia ditanya sesuatu oleh putranya. Seketika ia menangis dan berkata, "Wahai putraku, pintu yang telah aku ketuk selama 95 tahun sekarang sudah terbuka. Namun aku belum tahu, apakah ia terbuka untuk kebahagiaan atau untuk penderitaan. Jadi, bagaimana mungkin aku masih punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu tadi?"

Itulah yang mereka ucapkan. Perbedaan di antara mereka terletak pada berbedanya kondisi dan keadaan mereka masing-masing. Sebagian mereka ada yang lebih dikuasai oleh rasa takut, sebagian oleh harapan, dan sebagian lagi oleh rasa cinta dan rindu. Masing-masing berbicara sesuai keadaannya. Apapun keadaannya, yang mereka ucapkan itu benar. Semoga Allah meridhai kita dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.

[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (Bagian 6)]

Sumber:

Dibalik Tabir Kematian karya Al Imam Al Ghazali
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!