Ternyata Perempuan Juga Mengalami Mimpi Basah. Bagaimana Hukumnya?
Minggu, 20 Desember 2020 - 06:12 WIB
Namun, jika ia tidak sampai mengeluarkan cairan atau air mani. Maka, ia tidak wajib mandi besar. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syekh Wahbah Al Zuhaili di dalam kitab Alfiqh Al Islami Wa Adillatuhu,
ومن رأى أنه قد احتلم ولم يجد منياً فلا غسل عليه باتفاق العلماء.
“Siapa yang melihat dirinya telah mimpi basah, dan ia tidak mengeluarkan air mani, maka ia tidak wajib mandi besar menurut kesepakatan ulama.”
(Baca juga : Disebut Rugikan Nelayan, DPR Sarankan Audit Tambang PT Timah )
Lantas bagaimana jika perempuan mengalami mimpi basah saat mengalami datang bulan atau haid?
Syeikh Ali Gom’ah, seorang mufti besar Al-Azhar, dalam Fatwa Fikih Mar’ah, menjelaskan, ketika seorang perempuan keluar air mani (mimpi basah) dan masih dalam siklus haid, maka baginya menunggu hingga habis tuntas darah haid, kemudian mandi berniat untuk suci dari haid dan jinabah secara bersamaan. Tidak diwajibkan untuk berniat mandi jinabah sendiri kemudian niat mandi haid sendiri. Karena perkara haid lebih besar أشد daripada jinabah.
(Baca juga : Menelusuri Kisah Raja Nong Isa, Penguasa Pertama Pulau Batam )
Wallahu A'lam
ومن رأى أنه قد احتلم ولم يجد منياً فلا غسل عليه باتفاق العلماء.
“Siapa yang melihat dirinya telah mimpi basah, dan ia tidak mengeluarkan air mani, maka ia tidak wajib mandi besar menurut kesepakatan ulama.”
(Baca juga : Disebut Rugikan Nelayan, DPR Sarankan Audit Tambang PT Timah )
Lantas bagaimana jika perempuan mengalami mimpi basah saat mengalami datang bulan atau haid?
Syeikh Ali Gom’ah, seorang mufti besar Al-Azhar, dalam Fatwa Fikih Mar’ah, menjelaskan, ketika seorang perempuan keluar air mani (mimpi basah) dan masih dalam siklus haid, maka baginya menunggu hingga habis tuntas darah haid, kemudian mandi berniat untuk suci dari haid dan jinabah secara bersamaan. Tidak diwajibkan untuk berniat mandi jinabah sendiri kemudian niat mandi haid sendiri. Karena perkara haid lebih besar أشد daripada jinabah.
(Baca juga : Menelusuri Kisah Raja Nong Isa, Penguasa Pertama Pulau Batam )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :