Muhasabah, Amalan Utama Orang Beriman

Selasa, 29 Desember 2020 - 06:01 WIB
Sebagai insan manusia, maka hendaknya diri sendiri meyakini bahwa pribadinya penuh kekurangan, entah masih terus menerus dalam bermaksiat, kurang dalam ketaatan, atau bahkan kadang bermudah-mudahan meninggalkan kewajiban. Foto ilustrasi/ist
Muhasabah atau koreksi diri adalah termasuk salah satu bagian amaliah tuntunan dalam Islam. Muhasabah penting dilakukan agar seorang muslim dan mukmin mengetahui dia sedang berada di jalan yang mana. Jalan yang salah (fujur, jalan kemaksiatan) atau di jalan Islam.

Jika seseorang tergelincir dalam kesalahan , ketika melakukan muhasabah maka dia segera bertaubat lalu berpaling dari segala perantara yang dapat mengantarkan pada maksiat. Kalau seseorang melihat ada kekurangan dalam amalan yang wajib, maka berusaha keras untuk memenuhinya dengan sempurna dan meminta tolong pada Allah untuk dimudahkan dalam ibadah.

(Baca juga: Gambaran Menakjubkan Perhiasan Bagi Para Penghuni Surga )

Penting sekali kita muhasabah diri atau mengoreksi diri ini dalam kehidupan seorang mukmin. Muhasabah adalah melihat pada amalan yang telah dilakukan oleh jiwa, lalu mengoreksi kesalahan yang dilakukan dan menggantinya dengan amalan shalih.

Sebagai insan manusia, maka hendaknya diri sendiri meyakini bahwa pribadinya penuh kekurangan, entah masih terus menerus dalam bermaksiat, kurang dalam ketaatan, atau bahkan kadang bermudah-mudahan meninggalkan kewajiban.

Allah memerintahkan kita untuk muhasabah diri, melalui firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (18) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (19)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 18-19).

(Baca juga: Derajat Kecintaan Menurut Imam Al-Ghazali )

Manusia yang paling mulia di muka bumi, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengingatkan tentang suatu doa supaya dimudahkan dalam ibadah.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata :

“Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda :
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!