Derajat Kecintaan Menurut Imam Al-Ghazali

loading...
Derajat Kecintaan Menurut Imam Al-Ghazali
Hakikat cinta yang sebenarnya, sudah seharusnya kita muarakan semua cinta terhadap Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa cinta kepada Allah Ta’ala adalah tujuan utama dan tertinggi dari seluruh derajat atau level spiritualitas. Setelah derajat kecintaan ini, tidak ada lagi derajat yang lain kecuali buah dari kecintaan itu sendiri. Aktivitas- aktivitas spiritual seperti sabar, tobat, zuhud, dan lain-lain akan bermuara pada mahabbatullah atau cinta kepada Allah.

(Baca juga: Inilah Rahasia Kecantikan Perempuan yang Jarang Diketahui )

KH Abdullah Gymnastiar menjelaskan, seorang beriman yang mencintai Allah Ta’ala dengan sungguh-sungguh pastilah mencintai apa yang dicintai-Nya pula, sehingga ia akan senang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya tanpa merasa terpaksa .

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿آل عمران : ۳۱

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran : 31).

(Baca juga: Nafisah binti Al Hasan, Ulama Perempuan Tersohor Cicit Rasulullah )

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang akrab disapa Aa Gym ini menuturkan, Nabi Muhammad sendiri pernah berdoa dengan lantunan yang amat indah. “Ya Allah karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku kepada kecintaan-Mu. Jadikanlah Dzat-Mu lebih aku cintai daripada air yang dingin bagi orang yang dahaga.” (HR. Abu Nuaim).

Imam al-Ghazali juga menerangkan bahwa kata mahabbah atau kecintaan berasal dari kata hubb yang mempunyai asal kata habb yang berarti biji atau inti. Sebagian ahli tasawuf menjelaskan bahwa hubb adalah awal sekaligus akhir dari perjalanan keberagamaan.

(Baca juga: Jadilah Manusia yang Tidak Akan Merugi di Akhirat )
halaman ke-1
cover top ayah
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضۡحَكَ وَاَبۡكٰىۙ
Sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang bisa tertawa dan menangis. 

(QS. An-Najm:43)
cover bottom ayah
preload video