Musik sebagai Alat Dakwah Syaikh Maulana Makdum Ibrahim (1)

Minggu, 03 Januari 2021 - 11:51 WIB
Ketiga sering bersahabat dengan orang saleh (berilmu),

Keempat harus sering berprihatin (berpuasa),

Kelima sering berzikir mengingat Allah di waktu malam, S

iapa saja mampu mengerjakannya, Insya Allah Tuhan Allah mengabulkan.

Hingga sekarang lagu ini sering dilantunkan para santri ketika hendak salat jama’ah, baik di pedesaan maupun di pesantren.

Murid-murid Raden Makdum Ibrahim sangat banyak, Baik yang berada di Tuban, Pulau Bawean, Jepara maupun Madura.

Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang. (Baca juga: Islam Masuk ke Jawa: Kisah Sultan Al-Ghabbah Sampai Ruqyah Syaikh Subakir )

Suluk

Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk. Hingga sekarang karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya yang sangat hebat, penuh keindahan dan makna kehidupan beragama.

Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.

Suluk berasal dari bahasa Arab “Salakattariiqa” artinya menempuh jalan (tasawwuf) atau tarekat. Ilmunya sering disebut Ilmu Suluk. Ajaran yang biasa disampaikan dengan sekar atau tembang disebut Suluk, sedangkan bila diungkapkan secara biasa dalam bentuk prosa disebut Wirid. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!